..
Buku Mari Hidup Sekali Lagi terlahir melalui banyak perenungan mengenai hidup, terutama ketika saya merasakan kehilangan kerabat untuk selamanya karena depresi dan kesepian. Peristiwa itu membuat saya sadar bahwa begitu banyak orang terlihat kuat di luar, tetapi sebenarnya sedang berjuang sendirian di dalam dirinya.
Buku ini adalah kumpulan essay-essay tentang cara saya melihat hidup, tentang kegagalan, kekalahan, harapan, dan upaya-upaya untuk merancang ulang hidup. Saya juga memasukkan berbagai studi kasus, pengamatan sosial, dan beberapa hasil penelitian, tetapi semuanya disampaikan dengan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami.
Lewat buku ini, saya ingin menggaungkan lagi satu hal sederhana, jika hidup memang tidak selalu mudah, tetapi selalu ada kesempatan untuk memperbaikinya. Selama kita masih mau mencoba, selalu ada jalan untuk berdiri lagi dan menjalani hidup sekali lagi dengan lebih kuat.
Emran Bite, 10 Maret 2026, Yogyakarta.
Kenapa Kepala Ikan untuk Ibu? Apakah ini cerita kuliner? Bukan.
Ini hanya sebuah kritik sosial yamg disajikan dalam bentuk fiksi. Barangkali Ibu adalah orang yang merelakan bagian terbaiknya, agar anak-anak bisa mendapat bagian yang terbaik.
Nantikan cerita mereka yang berjuang dalam cekikan ekonomi dan ikatan keluarga.
Tuturan kata dalam Kepala Ikan Untuk Ibu oleh @emranbite yang akan segera tersaji untukmu.
#KUPESAN #KepalaIkanUntukIbu
Bu, aku ingin kembali jadi anak kecilmu, yang pulang basah karena hujan, lalu kamu memarahiku sambil mengeringkan rambutku.
Pak, aku ingin kembali jadi anak kecilmu, yang tertidur di depan televisi, lalu kamu menggendongku tanpa membangunkanku.
#emranbite #bukukepalaikanuntukibu
“Wahai penderitaan dan ketidakpastian nasib,
aku akan menantangmu sekali lagi. Kali ini aku
akan menang.”
Beberapa orang dirundung oleh ketakutan gagal. Ketidakadilan nasib di masa lalu membuat mereka trauma untuk mencoba lagi. Itu fair, tapi apakah kamu tidak ingin mencoba sekali lagi?
Busurkan dadamu, tegakan kepalamu. Hantamlah kegagalan itu, sebagaimana ia menghancurkanmu tanpa belas kasih berkali-kali.
#emranbite #bukumarihidupsekalilagi #bukukepalaikanuntukibu
Sejatinya hidup mungkin saja indah dan tidak seburuk yang kita pikirkan. Sebelum standar sosial meruntuh-kannya. Kamu boleh berkata bahwa aku naif.
Pepatah Yunani pernah bilang bahwa, “Kita lebih banyak menderita dalam imajinasi daripada dalam kenyataan.” pikiran kita kadang menjadi garda awal atas segala depresi.
#emranbite #bukukepalaikanuntukibu #bukumarihidupsekalilagi
Kamu mungkin gak sadar, kalau ibumu juga anak muda yang penuh mimpi sama seperti kamu.
Pesan dari @emranbite dalam “Kepala Ikan Untuk Ibu” 🐟🍽️
#KUPESAN #KepalaIkanUntukIbu
Belakangan ini saya lebih sering keluar malam, hanya untuk menyaksikan bagaimana dunia bekerja.
Tentang pedagang pinggir jalan dan pasar-pasar tradisional.
Sepanjang usia. Ini adalah bagian terbaik dalam hidup saya. Saya bisa mengenal seseorang tanpa harus selalu hadir dalam hidup mereka. Hari ini kami bercengkrama, esok lusa saling lupa. Itu normal, hidup memang demikian.
#emranbite #bukukepalaikanuntukibu #bukumarihidupsekalilagi
Kamu tidak bertanggung jawab atas awal hidupmu, tapi kamu bertanggung jawab atas arah hidupmu. Bukan sebuah dosa jika kamu terlahir miskin, tapi bisa menjadi pertanyaan jika kamu mati miskin.
#emranbite #bukukepalaikanuntukibu
Barangkali proses penumbuhan akarmu itu lebih lama dari masa kejayaanmu. Tapi ketika itu selesai, dan kejayaan sudah diraih, bisa jadi kaan membayar semuanya.
#emranbite #bukumarihidupsekalilagi