Elevation Records

@elevationrecs

Music on wax since '12. Kelana Ria’s "Kafilah Nights", Rhoma Irama “Begadang compilation” available worldwide. “Bali Vanilli” compilation out soon!
Followers
5,011
Following
71
Account Insight
Score
31.87%
Index
Health Rate
%
Users Ratio
71:1
Weeks posts
28 years after the collapse of civilization, the only way to listen to music: vinyl records!
22 0
15 days ago
For the love of music 🎧✨ Lengkapi koleksi vinyl-mu dan rasakan pengalaman musik yang lebih hangat & autentik di World Records, Lantai 3 Galeria Mall. Waktunya bawa pulang yang kamu suka 🎶 #TenantGale #WorldRecords #vinyl #vinyljogja #GaleriaMallJogja
51 0
24 days ago
Dari Bali, kembali ke Bali. Game recognizes game @rudolfdethu . “Bali Vanilli”: Experimental Pop from Paradise Island 1987-1991, out in Bali and the rest of the world this month.
146 6
1 month ago
New nation, new sound!
20 0
1 month ago
“Bali Vanilli: Experimental Pop from Paradise Island 1987-1991,” brings together 10 long-lost tracks from pop genius Igor Tamerlan's late 1980s most productive years. A cosmopolitan blend of electronica, reggae, rock and Balinese Gamelan so ahead of its time that the songs feels like they were recorded last week. With lyrics in French, English, Bahasa Indonesia and a little Balinese sprinkled in, Igor tackles wide-ranging subjects from over-tourism, meta-commentary on local music industry as well as contested post-colonial identity in Indonesia. Side A 1. Bali Vanilli 2. I Need A Woman 3. Jet Set Society 4. Kapan-Kapan 5. Pemalas Side B 1. Bali Vanilli (Ken-ken Remix) 2. De Bali a Paris 3. Gusti Ayu 4. A Bali 5. Do It Duut Available in 12” vinyl record. Newly remastered audio with 32-page booklet from the documentary director @alfredpasifico
64 2
2 months ago
Atas inisiatif @sema.ind , hari Sabtu kemarin @worldrecords.yk menyelenggarakan sesi “Ruang Tanpa Gawai”, untuk membiasakan mendengarkan tanpa gangguan koneksi internet dan media sosial, dan berbagi cerita tentang plat-plat 7”, 10” dan 12” koleksi @indramenus @wahyuacum dan @elevationrecs . Semoga bisa bertemu di volume berikutnya. Own your music, only analogue is real!
42 0
3 months ago
🔥 STAFF PICKS: TAUFIQ RAHMAN🔥 Dari ratu tropicalia Gal Costa hingga maestro dangdut Rhoma Irama, founder dan co-owner World Records, Taufiq Rahman menunjukkan album-album favoritnya dalam edisi Staff Picks hari ini. Album-album: Gal Costa - Índia Beck - Sea Change Soundgarden - Superunknown Rhoma Irama - Darah Muda (Reissue) Album-albumnya bisa didapatkan di toko, atau pesan via WA/IG! *direkam pada 23/12/2025 #worldrecords #recordstorejogja #jualpiringanhitam #staffpicks #vinylcommunity
35 0
3 months ago
Arguably the best film of the 21st century so far, Wim Wender’s “Perfect Days” asks the age-old question about the meaning of existence, what it means to be alive, and the most important question how does music give meaning to our lives. We must imagine Wim Wenders listening to Lou Reed’s Perfect Day and came up with the idea for the film. CGV and Cinepolis have a limited big screen showing of this film. See it before it’s gone!
184 0
3 months ago
Ruang Tanpa Gawai vol. 3 @sema.ind hadir kembali di @worldrecords.yk Galeria Mall lantai 3, Yogyakarta tepat di Valentine’s Day bersama Indra Menus dari Jogja Noise Bombing, tepat di Hari Valentine. Mari mencintai musik tanpa doomscrolling!
39 0
3 months ago
Dari semua album almarhum Chrisye, “Puspa Indah” mungkin yang paling kurang mendapat perhatian. Padahal ini adalah album yang paling modern, paling sophisticated dan paling progressive dari semua hasil kerjasama Chrisye, Yockie Suryoprayogo dan Guruh Sukarnoputra (“Jurang Pemisah” tidak memiliki peran Guruh). Namun, entah kenapa album ini tidak masuk rombongan ketika semua album Chrisye mendapat treatment reissue dalam format piringan. Mungkin karena ada dua master rekaman, yang pernah digunakan sebagai babon format CD—dan mungkin kaset—dan yang sekarang bisa didengarkan di platform streaming, dengan pitch yang berbeda. Ada beberapa track dengan vokal Chrisye dengan speed naik kurang lebih dengan tergesa 25 persen, yang terdengar agak mirip para Chipmunk. Padahal ini adalah album sangat penting dengan kontribusi dari penulis seperti Sitor Situmorang dan Eddy D. Iskandar. Belum lagi desain sampul asli yang agak terlalu bare minimum. Seperti biasa proses persiapan reissue album mahakarya ini menjadi agak complicated. Namun, seperti biasa juga, @hamzahkusbiyanto bisa membantu membuat hasilnya menjadi lebih mantap, melakukan koreksi pitch dan membuat vokal Chrisye terdengar normal dan lebih syahdu sekaligus menurunkan level distorsi tidak dinginkan dari rekaman aslinya. “Puspa Indah” versi reissue 2026 kini bisa didengarkan layaknya rekaman progressive city pop sebagaimana diinginkan oleh Guruh ketika album ini direkam. Di departemen visual, sekali lagi dengan tangan dingin Herry Sutresna, sampul asli dengan segala keterbatasannya direkonstruksi piece by piece menjadi karya grafik desain baru dengan sentuhan modern dan tiga dimensi. Dengan menggunakan arsip awal, poster film dan foto asli era 1980-an, sampul “Puspa Indah” edisi reissue ini adalah reimajinasi apa yang terjadi jika terjadi teknologi photoshop, digital imaging dan grafik desain modern sudah bisa dikerjakan pada awal dekade 1980-an. So, what’s not to like? Dapatkan rilisan fisik sejarah musik Indonesia ini segera!
170 7
3 months ago
Proses reissue ulang album “Kuingin Kembali” @iwaktherockfish mencapai hasil paripurna berkat kerja keras para sesepuh hip hop Indonesia, dan terutama sekali, “Morgue Vanguard” MC MV aka Ucok Homicide, yang tidak hanya mendesain ulang sampul dari materi asli, melakukan riset dan pencarian artwork asli—termasuk foto-foto era 1990-an—tapi juga mengeksekusinya dengan dingin. Hasil akhir yang bicara. Intervensi lain datang dari rapper kugiran Jakarta Doyz (Iwa K menyumbang guest verse di album Doyz x MC MV “Demi Masa”) yang menulis liner notes penting, pandangan ringside dari era awal hip hop Indonesia. Liner notes ini sendiri sangat penting untuk mendokumentasikan suasana di lapangan ketika “Kuingin Kembali” di rilis. Di proyek reissue lain seperti “Bintang di Surga”, mungkin ada veto bagi usul tambahan liner notes, tapi tidak untuk tulisan Doyz 😂 Yang tidak kalah penting adalah peran sound engineer Hamzah Kusbiyanto @hamzahkusbiyanto yang meracik ulang ramuan berbisa musik dari dekade 1990-an (era CD) dan memberi fondasi baru untuk dynamic range rilis piringan hitam. Sebagai sound engineer musik-musik Homicide, Hamzah tentu saja orang yang tepat untuk meramu ulang album legendaris ini. Get your vinyl copy now and own this piece of Indonesia’s hip hop history! Now also available @worldrecords.yk
420 6
4 months ago
Dengan beroperasinya @worldrecords.yk mulai saat ini semua rilis dan produk Elevation Records dan @elevation_books bisa juga didapatkan melalui platform marketplace World Records Yogyakarta
13 0
4 months ago