IGNITE 2026 — Courage to Change 🔥
World Toastmasters are coming together as one voice to welcome the 2026 New Year.
Join us for a 24-hour Facebook Live on 31 December 2025 → 1 January 2026, with around 30 speakers sharing laughter, stories, and heart notes from every corner of the globe.
What to expect:
• 20-minute sessions from voices around the world
• Powerful personal stories, inspiration, and practical takeaways
• Featured guests: Yaser Ali Al-Qashar, Eleos Theofilus Gandawidjaja, Elisa Tay, Gail Chen (and many more!)
• A global countdown — celebrate, reflect, and step into 2026 with purpose
📲 How to join: Scan the QR CODE on this poster now and tap JOIN — or visit our Facebook page when we go live. Invite friends, family, and your Toastmasters club to tune in for a full day of positive change.
Let’s set off the dominoes of positive change — together. ✨💫
#CourageToChange
#Ignite2026
#WorldToastmasters #COUNTDOWN2026 #ToastmastersInternational
I Shared My Voice More in 2025 — Here’s What It Taught Me
2025 showed up in numbers:
~508 posts.
~106,423 words.
~3,655 reactions and 894 comments.
~My top word? “yang.”
But those numbers were really reflections of how I grew — and how I showed up.
This was the year I leaned into what I love most — helping people communicate better.
I continued building my voice as a keynote speaker, workshop facilitator, and public speaking coach — speaking on topics like how to be unforgettable in conversation and practical frameworks for communication that empower even shy speakers.
I shared my HIM Framework — Humorous, Inspirational, Motivational — with audiences at Toastmasters Club and beyond. It wasn’t just about talking; it was about giving people tools they could use the next day and the next week.
I also opened up about how I got started with video podcasts, from awkward beginnings to actually hitting record and learning the tech along the way. That post became one of the moments where people shared their own stories of starting messy — and I realized how universal that feeling really is.
Through it all, I watched the conversations grow — not just in numbers, but in depth. I celebrated when people told me a speech tip helped them in real life. I learned from the questions they asked, and I kept showing up even on the days when I didn’t feel at my best.
Most of all, I learned this:
Consistency beats perfection.
Showing up with sincerity — not polish — connects more than you think.
What 2025 Taught Me
1. Voice is a skill — and practice matters more than talent.
2. Real connection doesn’t always mean big stages — it often starts in real conversations.
3. Vulnerability — like sharing the messy beginnings of a podcast — creates community.
My Intention for 2026
In 2026, I want to go deeper:
1. Double down on deep work — focus on fewer, higher-impact creations.
2. Grow the podcast audience and share more long-form conversations.
3. Build a live workshop series that helps everyday communicators find confidence.
4. Return to a regular reading habit — because great ideas come from great input.
5. This next year isn’t just about more, but about meaningful.
Eleos Theofilus Gandawidjaja (ET) - Keynote Speaker | Podcaster | Comedian | Educator | Brand Communicator | Co Founder LINK.ID
ET adalah penghubung ide, humor, dan hati dalam setiap panggung yang ia pijak. Sebagai pembicara, moderator, dan pendidik, ia membantu individu dan organisasi menyampaikan pesan dengan gaya yang autentik dan menggugah.
Lewat perpaduan antara komunikasi strategis dan storytelling yang humanis, ET menyalakan kembali seni berbicara- bukan sekadar untuk didengar, tapi untuk diingat.
Sejak 2010, ia memimpin ET & Co-Partner Enterprise, firma konsultasi sumber daya manusia dan hiburan yang telah membantu dan menerima lebih dari 500 testimoni profesional dalam menemukan dan mengembangkan talenta terbaik. Pendekatan ET selalu people-first: ia percaya bahwa setiap merek, tim, dan individu bisa tumbuh jika pesan dan potensinya dikomunikasikan dengan tepat.
Latar belakangnya di bidang pendidikan bahasa Inggris dan pengalaman lintas sektor - dari venture capital, property, education, public speaking, hingga stand-up comedy internasional menjadikannya sosok serba bisa dalam membangun koneksi dan inspirasi. Ia telah membangun komunitas dengan anggota di lebih dari 30 negara, dan berbicara di lebih dari 9 negara menjadi narasumber di majalah Toastmasters International, dan turut memecahkan rekor nasional dengan 102 jam sesi pelatihan publik tanpa henti, diakui oleh Malaysia Book of Records.
Visinya sederhana: komunikasi bukan hanya keterampilan, tapi jembatan menuju dampak yang bertahan lama. Dengan gaya khasnya yang hangat dan penuh humor, ET mendorong audiens untuk berpikir, tertawa, dan bertindak.
Didorong oleh filosofi “Eternally Thankful”, ia terus memperluas perannya sebagai mentor, komedian, dan fasilitator pembelajaran yang memberdayakan. Melalui inisiatif seperti Humor911, komunitas stand-up comedy global, dan program edukasi di bawah ET Entertainment, ET membuktikan bahwa tawa dan pembelajaran bisa berjalan beriringan dalam membentuk pemimpin yang lebih manusiawi.
Misinya: mengubah komunikasi menjadi katalis perubahan — agar pesan baik tidak hanya terdengar, tapi bergema.
Ingin menjadikan komunikasimu lebih berdampak dan memorable?
Laughter, Love & Lorna’s Final Bow
Today, I speak with a heavy heart as I say goodbye to Professor Lorna Benita Holtman, a beautiful soul whose warmth touched the Toastmasters and online comedy community in ways we will always carry with us.
For the past six months, Lorna faced health struggles with extraordinary strength. For the past five weeks, she was in the hospital, fighting a battle far bigger than what many of us could see. And yet, even in her pain, she still held others in her heart. She still encouraged us. She still showed up in spirit. She still believed in laughter, connection, and the quiet power of being there for one another. That was Lorna.
I will always remember those moments before our online events began, when the gang would gather early just to catch up, crack up, and cheer each other on before welcoming our guests and performing together. Month after month, that rhythm became something special. It became a small family. A laughter family. A heart family. And Lorna was one of its warmest hearts.
I will never forget how she never gave up on me. Even when my schedule kept me away from performing for months, she kept texting. She kept asking. She kept believing I would return. That kind of faith is rare. That kind of care stays with you. That kind of love does not leave quietly.
Thank you, Lorna, for your messages. Thank you for your patience. Thank you for your belief in me. Thank you for laughing at my jokes, for understanding my humour, and for appreciating me after every performance. You made people feel seen. You made me feel valued. You were a blessing to us all, and you will be deeply missed.
In loving memory of Lorna Benita Holtman (1965–2026), we invite family, friends, and the wider community to join us for Lorna’s Memorial Comedy Show. This is our farewell party to a life that gave so much, loved so deeply, and lifted so many.
Host: Abbey (Malaysia)
Timer: ET - Indonesia
This performance is in honor of Professor Lorna Benita Holtman
Performers
Opener: Silvi (Canada) 7 to 10 mins
1. Juan (Indonesia) 5 mins
2. Carol Ann (South Africa) 5 mins
3. Virginia (USA) 7 mins
4. Aseel (Egypt) 7 to 10 mins
Headliner: Vikram (India)
Project Ramai, Impact Sepi?
Dulu saya pernah melihat satu project yang kelihatannya sangat hidup: meeting ramai, revisi ramai, dashboard juga ramai.
Tapi setelah semua “keramaian” itu selesai, impact bisnisnya seperti tamu undangan yang datang paling awal lalu pulang tanpa pamit 😄
Dari situ saya belajar, masalah terbesar sering kali bukan tim kurang kerja keras.
Masalahnya justru bisa jadi kita salah pilih project sejak awal.
Karena ada project yang dipilih berdasarkan opini, bukan data.
Ada yang jalan karena “katanya penting”.
Ada juga yang cuma jadi formalitas charter.
Akhirnya semua sibuk bergerak, tapi arah belum tentu benar.
Di Link.ID Preview kali ini, saya ingin mengajak Anda membahas bagaimana memilih Lean Six Sigma Project yang benar-benar relevan dengan pain bisnis, bukan sekadar ikut tren improvement.
Kita akan bicara soal project yang: tepat sasaran, terukur dampaknya, dan jelas sustain-nya.
Karena improvement yang bagus itu bukan yang paling ribet.
Bukan yang paling banyak slide.
Bukan yang paling sering rapat.
Tapi yang paling terasa hasilnya, paling jelas prioritasnya, dan paling nyata nilainya.
Dan sering kali, akar masalahnya bukan di proses.
Akar masalahnya ada di cara kita mendefinisikan masalah sejak awal.
Kalau start-nya salah, tim terbaik pun bisa lari ke arah yang salah.
Capek, sibuk, dan tetap belum sampai. Tiga serangkai yang bikin napas bisnis ngos-ngosan.
🎤 Bersama Kelik Adi
Lean Six Sigma Expert
Business Transformation Architect
📅 Jumat, 22 Mei 2026
🕢 19.30 WIB
📍 Live on Zoom
🔗 https://us02web.zoom.us/meeting/register/TIIRaiGuTeSqR03wncCJ8w
Kalau Anda ingin project yang bukan cuma ramai di meeting, revisi, dan dashboard, tapi benar-benar menghasilkan business impact, mari bergabung di Link.ID Preview.
Saya tunggu Anda di sesi ini.
Menjadi Bos: Dari Diktator Jadi Terapis? 🎤
Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa bos kita lebih suka memberi perintah daripada memberi pelukan? 🤨
Sejujurnya, saya dulu mengira "kepemimpinan" itu berarti punya suara paling keras, kursi paling empuk, dan telunjuk paling lincah.
Tapi kutipan Michael Wader ini mengubah segalanya. Ternyata, alat kepemimpinan terhebat bukan spreadsheet, melainkan perasaan. Gawat, kan? 😅
Berikut tiga hal yang saya pelajari dari "sekolah kehidupan" ini:
Saya belajar bahwa orang tidak akan mengikuti Anda jika Anda tidak bisa dipercaya. Dulu, kredibilitas saya hancur karena saya lupa nama karyawan tapi ingat semua skor bola. Sekarang? Saya membangun otoritas dengan menunjukkan bahwa saya manusia, bukan robot bertenaga kopi. ☕
Inilah senjatanya. Saat saya mulai memahami rasa takut tim akan tenggat waktu, produktivitas justru meroket. Empati itu seperti saus sambal; sedikit saja bisa mengubah hidangan hambar jadi luar biasa. Kita bukan memimpin robot, tapi sekumpulan manusia yang butuh didengar. ❤️
Secara logis, tim yang merasa dipahami akan bekerja lebih keras daripada tim yang merasa diperas. Jika Anda memahami "mengapa" mereka lelah, Anda bisa memperbaiki "bagaimana" mereka bekerja. Itu matematika sederhana yang bahkan komedian seperti saya pun paham! 🧠
Jadi, lupakan kursi empuk dan suara keras itu. Jika Anda ingin menjadi pemimpin sejati, mulailah dengan membuka telinga sebelum membuka mulut. Apakah Anda siap menukar ego Anda dengan empati hari ini? 🤔
#Kepemimpinan
#EmpatiDiri
#MikeMorningMemo
Jaya Ragoowansi is the kind of performer who makes Dubai feel like the warm-up act and the punchline the headline.
Publicly visible profiles place her in Dubai, UAE, and her name shows up around local comedy and community circles, so she already has that “I know this room, and I know how to work it” energy.
She brings a sharp, easy confidence that feels polished on the surface, but absolutely ready to sneak attack the audience with a killer laugh.
On stage, she looks like she arrived for a serious night out, then casually turned it into a comedy win.
Bisnis Lama, Pelan-Pelan Ketinggalan
Dulu saya juga sempat percaya, kalau bisnis masih jalan, berarti semuanya aman.
Ternyata, bisnis itu kadang mirip nasi goreng tengah malam. Masih enak, masih laku, masih bikin orang balik lagi. Tapi kalau cara masaknya tidak ikut zaman, ya pelan-pelan kalah sama yang resepnya lebih segar 😄
Saya makin sering lihat pola yang sama: dulu orang datang ke toko, sekarang cari di Google. dulu orang tanya teman, sekarang cek review. dulu orang lihat brosur, sekarang lihat scroll.
Jadi masalahnya bukan cuma produknya.
Masalahnya adalah cara mainnya.
Pasar berubah. Customer berubah. Trust berubah. Tapi masih banyak bisnis yang bertahan dengan cara lama, seperti pegang setir mobil di jalan tol. Niatnya aman, tapi jujur saja, deg-degannya dobel 😅
Itulah kenapa di LINKID Preview, saya mau ajak kita bongkar bareng tentang Bisnis Konvensional vs Bisnis Digital.
Bukan teori yang bikin ngantuk. Bukan jargon yang bikin kepala panas. Tapi cerita nyata, pola yang sering kejadian, dan cara melihat peluang sebelum peluang itu pindah rumah ke kompetitor.
Karena saya percaya, bisnis yang kalah bukan selalu bisnis yang kecil.
Kadang yang kalah justru bisnis yang terlalu nyaman. Terlalu lambat. Terlalu yakin bahwa “nanti juga aman.”
Padahal di era sekarang, yang cepat bukan cuma pelayanan. Yang cepat juga perubahan.
Jadi kalau bisnis Anda masih jalan, itu bagus. Tapi pertanyaan pentingnya bukan cuma: masih jalan atau tidak?
Pertanyaannya adalah: masih jalan dengan cara lama, atau sudah siap naik kelas?
📅 Jumat, 15 May 2026
🕢 19.45 WIB
📍 Live on Zoom
Bersama: Martha Margaretha
MD Solution
Kalau Anda merasa ini saatnya melihat cara main baru, jangan diam di pinggir lapangan.
Ikut Link.ID Preview sekarang.
https://us02web.zoom.us/meeting/register/TIIRaiGuTeSqR03wncCJ8w
Tulis MAU JOIN di kolom komentar, dan mari kita sama-sama lihat bagaimana bisnis bukan cuma bertahan, tapi juga melaju 🔥
HIDDEN CONNECTION ON LINKEDIN | FREE WEBINAR
Dulu saya sempat mengira LinkedIn itu hanya tempat orang update kerjaan dan cari peluang.
Ternyata, saya keliru cukup jauh.
Karena sekarang, banyak hal penting justru mulai dari sana.
Meeting bisa datang. Partnership bisa terbuka. Referral bisa mengalir. Bahkan client pun kadang masuk karena sebelumnya sudah merasa “kenal” duluan lewat LinkedIn.
Lucunya, kita belum pernah bertemu offline.
Belum sempat duduk satu meja.
Tapi trust sudah tumbuh pelan-pelan.
Dari situ saya belajar satu hal: di era sekarang, visibility bukan cuma soal terlihat.
Tapi soal bagaimana orang mulai percaya sebelum pertemuan dimulai.
Di webinar ini, kita akan ngobrol tentang:
• Cara membangun presence di LinkedIn
• Cara mengubah connection menjadi conversation
• Cara membuka peluang bisnis dari networking
• Cara membuat orang lebih mudah percaya sebelum meeting
Karena pada akhirnya, orang bukan hanya melihat produk atau jasa kita.
Mereka juga melihat apakah kita layak dipercaya untuk diajak berjalan lebih jauh 🤝
📅 Kamis, 14 Mei 2026
🕗 20.00 WIB
📍 Zoom bersama Andryaas Mamuaya
Kalau topik ini terasa relevan, silakan bergabung di sini:
https://us02web.zoom.us/meeting/register/M6kzlUlnQXCduNMmC-aS9Q
Supported by:
LINKID x Tribeindo
In Loving Memory of Lorna Benita Holtman (1965–2026)
With deep sorrow and profound love, we invite family, friends, and the wider community to join us in honoring the life of Lorna Holtman, a beautiful soul whose kindness, wisdom, warmth, and humor touched so many lives.
Lorna was more than a performer. She was a friend, a steady presence, and one of those rare people who made everyone around her feel seen, valued, and lifted. Even through her own health struggles, she continued to care for others, to encourage, and to believe in the people around her.
We will remember her in two gatherings:
Funeral Service
Saturday, 16 May 2026
09:00 AM (GMT+2)
St John and Paul Catholic Church
Belhar, South Africa
Lorna’s Memorial Comedy Show
Sunday, 17 May 2026
8:00 PM (GMT+7)
Via Humor911 on Zoom
Poster designed by @ec.cmdy | @humor911factory
Join Zoom Meeting:
https://us06web.zoom.us/j/83760678890?pwd=dAq5b2KzjUxt6PzsHf1fMDLUKYBKcU.1
Meeting ID: 837 6067 8890
Passcode: 152539
🎟️ Join the WhatsApp group here:
/KgU7xs5mGsL7ezlLXSN5iU?mode=hqrt3
📩 To share salutations, a tribute, or a eulogy, please sign up with Abbey (Malaysia):
https://wa.me/60129139610
If you would like to perform comedy in Lorna’s honor, please keep your set to 3 to 5 minutes. Tribute speakers will have 2 to 3 minutes.
Let us come together with love, laughter, and gratitude to celebrate a life that gave so much to so many. If Lorna touched your heart, please join us in honoring her. 🙏
Bisnis Lama, Pelan-Pelan Ketinggalan 🚀
Dulu saya juga sempat percaya, kalau bisnis masih jalan, berarti semuanya aman.
Ternyata, bisnis itu kadang mirip nasi goreng malam hari. Masih enak, masih laku, tapi kalau cara masaknya tidak ikut zaman, ya lama-lama kalah sama yang pakai resep baru 😄
Saya melihat satu hal yang terus berulang:
orang dulu datang ke toko, sekarang cari di Google.
orang dulu tanya teman, sekarang cek review.
orang dulu lihat brosur, sekarang lihat scroll.
Jadi masalahnya bukan sekadar produknya.
Masalahnya adalah cara mainnya.
Pasarnya berubah, customer berubah, trust berubah.
Sementara sebagian bisnis masih pegang cara lama seperti pegang setir mobil di jalan tol. Niatnya aman, ending-nya bikin deg-degan.
Di Link.ID Preview, saya mau ajak kita bongkar bareng, dengan cara yang santai tapi tajam, tentang Bisnis Konvensional vs Bisnis Digital.
Bukan teori yang bikin ngantuk, bukan jargon yang bikin pusing, tapi cerita nyata, pola yang sering kejadian, dan cara melihat peluang sebelum peluang itu pindah rumah ke kompetitor 😄
Karena saya percaya, bisnis yang kalah bukan selalu bisnis yang kecil.
Kadang yang kalah itu bisnis yang terlalu nyaman, terlalu lambat, dan terlalu yakin bahwa “nanti juga aman.”
Padahal di dunia sekarang, yang cepat bukan cuma pelayanan, tapi juga perubahan.
Jadi kalau bisnis Anda masih jalan, itu bagus.
Tapi pertanyaannya bukan cuma “masih jalan atau tidak.”
Pertanyaannya, masih jalan dengan cara lama, atau sudah siap naik kelas?
🗓 Jumat, 15 May 2026
⏰ 19.45 WIB
📍 Zoom https://us02web.zoom.us/meeting/register/TIIRaiGuTeSqR03wncCJ8w
Bersama:
Martha Margaretha
Founder MD Solution
Kalau Anda ingin ikut ngobrol di Link.ID Preview, tulis: MAU JOIN
Mari kita sama-sama lihat cara main baru, supaya bisnis bukan cuma bertahan, tapi juga melaju.
Abhishek Mohta from India has the kind of face that says, “I came here to think deeply” and then hits you with a joke that sneaks up like a comedian in formal shoes 😄.
He brings a smart, dry energy that makes the silence part of the punchline. On stage, he feels like the guy who looks serious for two seconds, then suddenly detonates the room with a clean laugh. Compact, sharp, and quietly dangerous in the best way 🎤