EJACULATEDZINE®

@ejaculatedzine

Majalah Digital Yang Membahas Tentang Musik, Event, etc Since 2014 Submit Demo | New Release | Mediapartner | Partnership: 📩 [email protected]
Followers
1,341
Following
614
Account Insight
Score
26.67%
Index
Health Rate
%
Users Ratio
2:1
Weeks posts
Memasyarakatkan Musik...Memusikan Masyarakat #bignews #news #memasyarakatkanmusik #memusikanmasyarakat
34 0
8 months ago
CRITICAL DISASTER (Indonesian Brutal Death Metal) release 4th Full Lenght Album tittle "Blast of Rebellion Day" via Pathologically Explicit Recordings (Spain) Sample Song, Please Check: https://youtu.be/2bWh0sK46J8?si=ZCrxUGDz5PrdjsyO Member: - @harispa.anugra (All Instrumens) Discography: - Full Lenght 2016 (Brutallity of Human Cannibalism) via Easthbreath Records - Full Lenght 2017(Brahmavidya Shuddha Dhahanapura) via Pathologically Explicit Recordings - Full Lenght 2018 (Beyond Light of Aeon Kadhiri) via Extreme Souls Productions - Full Lenght 2026 (Blast of Rebellion Day) via Pathologically Explicit Recordings Contact: - Facebook : /criticaldisaster - Instagram: @criticaldisaster_official - Youtube: youtube.com/@criticaldisasterTV Follow @ejaculatedzine Untuk Info Seputar Musik Seperti Ini Tiap Hari.!
5 1
6 hours ago
Dua dekade lebih menggerus waktu, semangat Deathmetal yang dibawa Tenggorokan terus membara. Berdiri sejak tahun 2000 di Kediri Jawa Timur yang dikomandoi oleh sosok sentral mereka, Papi Yahnes. Tenggorokan kembali mengoyak batas dengan album terbarunya bertajuk Masticate to Eyes yang dirilis pada 08 Mei 2026 via BrutalMind Records (Digital dan CD). Sebelumnya, mereka juga sudah merilis video klip Axe To Eyes pada bulan Februari 2026 di kanal Youtube BrutalMind Records. Axe to Eyes ini salah satu single yang ada di album Masticate to Eyes, sekaligus menjadi gerbang pembuka untuk album terbarunya. Album ini bukan sekadar rilisan baru, Masticate to Eyes adalah manifestasi dari bara semangat yang terus menyala di dalam tubuh band ini tentang konsistensi, kegilaan, dan hasrat untuk tetap berkarya di skena Deathmetal yang terus berubah dan semakin brutal. Dari formasi “4-4-2” berevolusi menjadi “6-6-6”, menunjukkan perubahan yang terjadi di tubuh Tenggorokan menjadi simbol transformasi menuju amukan yang lebih liar dan lebih matang. Masticate to Eyes membawa benang merah tentang semangat yang tidak pernah padam ditengah kesibukan mereka. Sebuah penegasan bahwa mereka masih berdiri, bernapas liar, dan siap menghancurkan segalanya lewat dentuman Deathmetal yang bengis. Proses pengerjaan album ini dimulai sejak tahun 2021. Seperti ritual mereka sebelumnya, seluruh materi dipersiapkan dengan matang sebelum akhirnya dieksekusi di dapur rekaman. Namun di balik intensitas dan kehancuran yang dituangkan dalam album ini, tersimpan banyak cerita yang menyenangkan tentang tawa, persahabatan, dan kebahagiaan karena masih bisa terus berkarya bersama. Salah satu momen yang paling berkesan bagi mereka adalah dipertemukan dengan Coach Deni Lisain (BrutalMind Records). Sesi rekaman dilakukan di Volcanic Studio Kediri dengan pendekatan produksi yang lebih padat, brutal, dan agresif. Sementara untuk karakter musiknya, banyak menyerap pengaruh dari nama-nama besar seperti Gorgasm, Disavowed, Suffocation, Pyaemia, Cannibal Corpse, hingga Cryptopsy. Seluruh influence tersebut dilebur menjadi identitas Masticate to Eyes yang lebih buas, pekat, dan tanpa kompromi....[...]
35 7
2 days ago
“Putus” mengangkat kisah tentang hubungan yang perlahan kehilangan arah—tentang dua orang yang pernah percaya pada cinta dan janji selamanya, namun akhirnya dipisahkan oleh keadaan, jarak emosional, dan waktu. Dibalut melodi melankolis dan vokal yang intens, lagu ini mencoba menangkap rasa sesak ketika harus mengenang seseorang yang pernah begitu berarti. Berangkat dari pengalaman emosional yang nyata, “Putus” berbicara tentang patah hati, penerimaan, dan proses sulit untuk melepaskan. Secara musikal, Fuad Aziz banyak terinspirasi dari band-band rock emosional seperti Evanescence, terutama dalam membangun atmosfer serta penyampaian vokal yang penuh tekanan emosional. Karakter vokalnya menjadi salah satu kekuatan utama lagu ini—membawa rasa rapuh, marah, dan kehilangan secara langsung kepada pendengar. Sebagai rilisan debut, “Putus” menjadi perkenalan awal Fuad Aziz sebagai musisi yang tidak takut menunjukkan sisi vulnerable melalui musiknya. Dengan balutan sound rock yang atmosferik dan emosional, lagu ini ditujukan bagi mereka yang pernah mengalami kehilangan dalam hubungan dan masih hidup bersama kenangan yang tertinggal. Proses produksi, mixing, dan mastering dikerjakan oleh Bhuana Gema Studio, sementara visual artwork digarap oleh Bhuana Gema Pictures. Single ini telah tersedia di berbagai platform streaming digital seperti Spotify, Apple Music, dan YouTube Music melalui distribusi DistroKid. Direkomendasikan untuk penikmat emotional rock, alternative rock, serta lagu-lagu dengan pendekatan vokal yang intens dan personal. “Putus” memperkenalkan Fuad Aziz sebagai vokalis baru dengan karakter emosional yang kuat dan pendekatan musik yang jujur serta dekat dengan pengalaman banyak pendengar. Follow @ejaculaterzine Untuk Info Seputar Musik Seperti Ini Tiap Hari.!
5 3
2 days ago
“Runaway” merupakan single kedua dari Rex Party menuju album kedua mereka. Lagu ini lahir dari rasa frustasi terhadap kondisi sosial dan politik di Indonesia, yang memicu munculnya tagar #KaburAjaDulu sebagai bentuk manifestasi atas kegelisahan kolektif masyarakat. Dalam proses penulisannya, Hans Kotaro menuangkan pergulatan batin antara upaya mempertahankan harapannya di tanah air atau justru mengamini ajakan untuk pergi meninggalkan negara ini. Di tengah ketatnya sensor dan pembatasan kebebasan berekspresi, Rex Party memilih menyampaikan keresahan tersebut melalui narasi imajiner sebagai medium ekspresi utama. Melalui single ini, Rex Party berusaha menghadirkan katarsis bagi para pendengar. Dengan aransemen yang melankolis, lagu ini menekankan atmosfer berat dan rasa putus asa yang kental di sepanjang lagu. Fun Facts: ● “Runaway” merupakan lagu melankolis pertama dari Rex Party. ● Lagu ini menjadi karya self-produced pertama yang dikerjakan oleh Rex Party. ● Proses rekaman dilakukan di Dunkin’ Donuts (sekarang D2 Donuts) Gading Serpong. ● Lagu ini ditulis saat fenomena “kabur aja dulu” sedang ramai diperbincangkan di Indonesia. ● Lirik lagu menggunakan gaya storytelling sebagai bentuk pelampiasan keresahan terhadap kebebasan berekspresi di Indonesia. ● Proses kreatif lagu ini terinspirasi dari musisi seperti Olivia Rodrigo dan Vaundy. Song Credits: Performed by: Rex Party - Hans Kotaro — Vocals, Bass - Alvaro Cleavant — Guitars, Backing Vocals - Mr. Rex — Drums Written by Hans Kotaro Produced by Hans Kotaro and Alvaro Cleavant Mixed and Mastered by Alvaro Cleavant Public Relations by Hans Bennett Artwork and Visual Design by Hans Kotaro and Gerry Fertian Music Video by Gerry Fertian and Hans Kotaro Photography by Gerry Fertian Youtube: @REXPARTY Follow @ejaculaterzine Untuk Info Seputar Musik Seperti Ini Tiap Hari.!
32 12
3 days ago
Tiga dekade sejak namanya menggema di skena underground Medan, Morbid kembali membawa bara lama yang kini lahir dengan energi baru. Bukan sekadar reuni nostalgia, kebangkitan Morbid di tahun 2025 menjadi penanda bahwa spirit heavy metal old school masih hidup, berkembang, dan relevan di tengah era musik modern. Dikenal sebagai salah satu pionir metal Medan sejak awal 90-an, Morbid pernah menjadi suara keras generasi bawah tanah Morbid kini kembali dengan formasi: - Didi (vokal), - Ade (drum), - Franslay (bass), dan - Keykey (gitar), Menghadirkan karakter sound yang lebih solid, agresif, namun tetap mempertahankan ruh khas metal klasik yang membesarkan nama mereka. Menandai kebangkitan mereka di tahun 2025, Morbid resmi merilis single terbaru di tahun 2026 berjudul Bayangan Hitam. Lagu ini menjadi simbol perlawanan terhadap tindakan bullying, persekusi, hingga tekanan sosial yang kerap membuat seseorang merasa sendirian dan terpojok. Lewat karakter musik heavy metal old school yang agresif namun tetap dibalut pendekatan sound modern, “Bayangan Hitam” menghadirkan luapan emosi, amarah, sekaligus kekuatan untuk bertahan. Morbid ingin menyampaikan bahwa setiap manusia berhak melawan ketidakadilan dan tidak tunduk pada intimidasi dari lingkungan sekitarnya. Di balik nuansa gelap dan riff yang keras, “Bayangan Hitam” juga membawa pesan tentang keyakinan dan harapan bahwa selalu ada higher power atau kekuatan yang lebih besar yang menemani dan menjaga seseorang di tengah situasi paling sulit sekalipun. Pesan tersebut menjadi benang merah yang membuat lagu ini tidak hanya terdengar garang, tetapi juga memiliki sisi reflektif dan emosional. Melalui single ini, Morbid tidak hanya kembali sebagai pionir metal asal Medan, tetapi juga sebagai suara bagi mereka yang pernah merasa ditekan, dijatuhkan, dan dipandang sebelah mata. Song Credit: Title: Bayangan Hitam Artis: Morbid Author: Sandy Siregar Komposer: Yanrike T Siregar Produser: Yanrike T Siregar dan Alfiansyah Eksekutif Produser: Alfiansyah Label: Holdfast records Publisher: Alfa Pustaka Nada. Music Video Credit Produser: Giri Maulana Director: Yopi Gunawan Cameraman: Daneswara Eka...[...]
27 3
3 days ago
Grup band metal alternatif, Rahasia Intelijen kembali menegaskan eksistensinya di industri musik Indonesia dengan merilis single terbaru berjudul "Suci Tanah Pembantaian". Dirilis di bawah label HALOS Records, lagu ini memuat kritik keras dalam liriknya. Hadir dengan aransemen yang agresif, matang, dan penuh energi, karya ini hadir sebagai sebuah pernyataan musikal yang menyoroti konflik berkepanjangan atas wilayah yang telah dipolitisasi selama lebih dari 1.200 tahun. Formasi terbaru Rahasia Intelijen terdiri dari Anindya Pramadhyana, Winky Wiryawan, Cesar Alkautsar, Topan Tofano, dan Nicko Rahmat Prabowo. Kehadiran Winky Wiryawan, yang dikenal luas sebagai DJ, aktor, dan musisi, membawa warna tersendiri dalam eksplorasi musikal band ini. Sementara itu, Anindya yang juga dikenal sebagai vokalis band Saint Loco memperkuat karakter agresif dan intens dalam musikalitas Rahasia Intelijen. Latar belakang para personel yang beragam, dengan pengalaman panjang di industri kreatif dan musik Indonesia, menjadikan identitas band ini semakin solid dan matang. Berbicara dalam keterangan tertulisnya, Anindya Pramadhyana mengatakan bahwa single "Suci Tanah Pembantaian", Rahasia Intelijen mengangkat isu mengenai tanah yang disucikan dan diperebutkan oleh beberapa agama besar dunia. Di balik narasi religius yang selama ini berkembang, kata dia. wilayah tersebut terus menjadi arena pertumpahan darah dengan lapisan kepentingan politik, sosial, ekonomi, dan perdagangan. Dalam liriknya, single "Suci Tanah Pembantaian" membahas bagaimana nama Tuhan kerap dijadikan justifikasi atas konflik dan kekerasan, sementara pihak yang paling diuntungkan dari konflik berkepanjangan ini adalah para elit dan pemegang kekuasaan. Di sisi lain, masyarakat sipil tetap menjadi korban utama dari situasi yang tidak kunjung usai. Meski terinspirasi dari konflik global dan perang modern yang masih berlangsung hingga hari ini, lagu ini juga merefleksikan realitas sosial yang lebih luas. Rahasia Intelijen menyoroti meningkatnya sentimen antar pemeluk agama, perang opini di ruang publik, serta derasnya arus disinformasi yang memecah masyarakat...[...]
25 1
4 days ago
Band death-metal asal Bandung, Forgotten, resmi merilis album Silalatu dalam format digital melalui Coexist Music setelah sebelumnya hadir dalam bentuk fisik compact disc di tahun 2020 bersama Grimloc Records. Langkah ini menjadi upaya mereka untuk menjangkau pendengar yang lebih luas, sekaligus mempertegas eksistensi mereka di ranah musik ekstrem yang terus berkembang mengikuti era digital. Dalam bahasa Sunda, “Silalatu” merujuk pada “percikan bunga api”. Sesuai dengan judulnya, album ini sangat kental dengan unsur budaya Sunda. Album ini terdiri dari sembilan lagu: - “Rapalan Kala,” - “Warta Derita Padalisan 1,” - “Warta Derita Padalisan 2,” - “Badai Api,” - “Silalatu,” - “Fantasmagoria Padalisan 1,” - “Fantasmagoria Padalisan 2,” - “Titik Api,” dan - “Layung Mamala.” Dibuka oleh tembang “Rapalan Kala” yang menghadirkan nuansa tak terduga lewat elemen musik Sunda dan rapalan lirik dari Morgue Vanguard. Lagu ini menjadi penghubung menuju “Wartan Derita Padalisan 1” dan “Warta Derita Padalisan 2”. Pada title track “Silalatu”, petikan gitar klasik yang berpadu dengan alunan vokal dari Shifa Amelia, berhasil membuat lagu ini berbeda dari lagu-lagu Forgotten yang lainnya. Dalam struktur album, lagu ini ditempatkan di bagian tengah, tepat setelah “Badai Api.” Sebagai kelanjutan setelah album Kaliyuga (2018), album Silalatu menggambarkan fase awal kehancuran sekaligus perlawanan dalam satu benang cerita yang utuh. Alur tersebut diperkuat dengan deretan komposisi agresif dari “Fantasmagoria Padalisan 1,” “Fantasmagoria Padalisan 2,” “Titik Api,” dan ditutup track instrumental berjudul “Layung Mamala.” Seperti album-album sebelumnya, lirik yang ditulis oleh vokalis Addy Gembel pada Album ini tetap menyoroti tentang isu sosial. Secara musikal, energi album ini diperkuat oleh permainan gitar Zoteng Kampret dan Gan-gan, bass oleh Diki, serta pukulan drum Rizalu yang solid. Sebelumnya pada akhir januari lalu Forgotten telah lebih dulu menambah discography mereka lewat EP live yang direkam saat tampil di Bandung Deathfest 7. Album Silalatu kini telah tersedia di berbagai platform s
75 5
5 days ago
Band pop-punk/easycore asal Bali, Summer Overmorrow, kembali menunjukkan konsistensinya di industri musik independen lewat perilisan single terbaru bertajuk “S2G”. Lagu ini merupakan versi terbaru dari rilisan mereka di EP “Senandika”, yang kini hadir tanpa kolaborasi dan menawarkan pendekatan yang lebih personal sekaligus emosional. Mengusung makna Stronger Together, “S2G” menjadi representasi kuat tentang kebersamaan, ketahanan, dan harapan di tengah tekanan. Dengan lirik yang sederhana namun mengena, Summer Overmorrow menghadirkan pesan universal tentang pentingnya saling mendukung dan bertahan dalam kondisi tersulit. Dibalut dalam energi pop-punk/easycore, “S2G” tampil lebih eksploratif dengan sentuhan heavy breakdown pada bagian gang vocal tanpa scream, menghadirkan nuansa anthem yang kuat dan berpotensi menjadi lagu yang mudah dinyanyikan bersama di berbagai panggung. Single ini diproduksi di Pizza Records, dengan proses mixing dan mastering oleh Bayu Pramasatya, menghasilkan kualitas produksi yang solid dan matang. Tidak hanya itu, Summer Overmorrow juga merilis musik video resmi yang tayang di YouTube pada hari yang sama, digarap oleh Ahmad Sidik sebagai videographer sekaligus editor, dengan pendekatan visual yang memperkuat pesan emosional lagu. Di balik perilisan ini, terdapat cerita yang tidak kalah penting. Summer Overmorrow saat ini berjalan dengan formasi tiga personel tanpa drummer. Meski menghadapi keterbatasan, mereka tetap memilih untuk terus berkarya dan menjaga eksistensi di tengah persaingan skena musik independen. “S2G” pun menjadi lebih dari sekadar rilisan baru, lagu ini adalah refleksi nyata perjalanan mereka: tentang bertahan, beradaptasi, dan terus melangkah maju bersama. Melalui single ini, Summer Overmorrow berharap dapat menjangkau lebih banyak pendengar dan menjadikan “S2G” sebagai anthem bagi siapa saja yang sedang berjuang, sekaligus pengingat bahwa kekuatan terbesar seringkali lahir dari kebersamaan. “S2G” kini telah tersedia di seluruh platform digital streaming, bersamaan dengan perilisan music video resminya di YouTube. YouTube: https://youtu.be/@SummerOvermorrow Follow @ejacula
16 6
6 days ago
REPTON, unit Slamming Buldozer Groove asal Sukabumi resmi merilis single terbaru yang bertajuk “ MEI 1998 ” di channel Youtube resmi “ Repton Official “. Single ini dirilis bertepatan dengan momentum 28 tahun tragedi Mei 1998, sebagai bentuk pengingatsejarah melalui medium musik ekstrem. Mengusung lirik berbahasa Indonesia, Mei 1998 menyuarakan penolakan terhadap lupa dan pengulangan sejarah kelam. Ini bukan lagu tentang politik tetapi tentang kemanusiaan, tentang luka Bangsa yang harus terus di ingat agar tidak terulang. REPTON 2026: - A Rivana R: Vocals - Afriansyah: Guitars - Teguh Maulana: Guitars - Andika PD: DJ / Turntablist - Asep SR: Drums Credits: Producer, Mixing & Matering: Afriansyah & Teguh Maulana Vocal Recorded: exr Studio Guitar/Bass/Sampler: Argonian Records DJ: Andika Artwork: Fitra "Godfrey" Video Lyric: Bertuss "Grimlock. Youtube: @REPTONOFFICIAL Follow @ejaculateezine Untuk Info Seputar Musik Seperti Ini Tiap Hari.!
41 7
7 days ago
"Sonic Rot", ketika konser perlahan berubah menjadi arena adu ego, tempat manusia saling sikut demi validasi paling brutal, Demented Heart kembali muncul membawa single terbaru mereka “Sonic Rot” yang divisualisasikan dalam video clip dan dirilis via Youtube BrutalMind Records tanggal 10 Mei 2026. Sebuah ledakan Technical Deathmetal yang tidak hanya menghantam telinga, tetapi juga menyayat kultur busuk yang tumbuh di dalam skena itu sendiri. Terbentuk di Pare, Kediri Jawa Timur sejak 2006, Demented Heart telah lama menjadi bagian dari denyut bawah tanah Indonesia dan menjadi salah satu band yang produktif. Melewati beberapa pergantian personel, panggung-panggung penuh keringat, hingga sirkulasi gigs underground yang keras dan berisik, mereka terus mempertahankan identitasnya: Technical Death Metal yang liar, kompleks, agresif, dan tanpa kompromi. Perjalanan mereka dimulai lewat album Seeds of The Venomous (2010 Rottrevore Records), EP Different Infinite Equations (2014 - Sickness Prods), hingga album Frantic Epidemic yang dirilis melalui BrutalMind Records pada 2023. Kini, Demented Heart kembali mempertegas eksistensinya lewat “Sonic Rot”, sebuah single baru yang terasa seperti refleksi muram atas wajah skena modern yang perlahan kehilangan makna. Secara musikal, “Sonic Rot” dibangun dari riff-riff teknikal yang dingin dan agresif, dipadukan dengan pattern drum yang brutal serta tempo yang menghajar tanpa ampun. Proses kreatif lagu ini lahir secara organik dimulai dari pengumpulan riff oleh gitaris, lalu dikembangkan bersama drummer hingga menjadi komposisi yang padat, chaos, namun tetap presisi. Seluruh proses rekaman dilakukan secara independen di Volcanic Studio, studio milik mereka sendiri di Pare, Kediri Jawa Timur. Visual video klip “Sonic Rot” juga memperkuat atmosfer lagu yang gelap dan menekan. Mengambil lokasi di bangunan bekas Radio Prima FM Pare, video ini menghadirkan nuansa murung, kosong, dan penuh ketegangan seperti gambaran manusia yang perlahan membusuk di tengah kebisingan kolektif. Lebih dari sekadar agresivitas musik, “Sonic Rot” membawa kritik tajam terhadap kultur konser yang semakin kehilangan esensi.
55 5
7 days ago
LIVINGSICKNESS resmi merilis Official Music Video terbaru mereka untuk single berjudul "Side Of The Face"tepa pada hari ini 10 Mei 2026. Video ini telah tayang melalui kanal YouTube resmi LIVINGSICKNESS TV dan menjadi representasi dari emosi, kehilangan, serta pergulatan batin yang dibawakan melalui karakter musik khas LIVINGSICKNESS. Official Music Video “Side Of The Face” kini sudah dapat disaksikan secara penuh melalui kanal YouTube LIVINGSICKNESS TV, atau langsung melalui link yang tersedia di bio resmi Livingsickness. Video By Lumetri Project Talent: Anggun Rama Directed By Fajar Agustian Pratama Produced By Panji Yudistira, Raffi Muhammad Iskandar Executive Producer: Panji Yudistira Director of Photography: Abdu Rasyid Line producer: Rinda Eska Sukmasari, Panji Yudistira Ass. Director: Lumetri Project & Team Ass. Cam: Abdu Rasyid Editor: Fajar Agustian Pratama Gaffer: Metavoya, Vindy Fotography, Blackhole Record Colorist: Lumetri Project & Team Artistic Crew: Ukim Hura Hura Rupa & Team Make Up Artist: Rinda Eska Sukmasari Talent Coordinator: Panji Yudistira Runner: Yanuar Jabbar, Galih Aditya Wardrobe Talent : Dian Oktavia Tanu Wijaya Song Composer : Panji Yudistira Lyrics Writer / Lyricist : Panji Yudistira & Rezude Youtube: @Livingsicknessmusic_tv Follow @ejaculaterzine Untuk Info Seputar Musik Seperti Ini Tiap Hari.!
49 11
8 days ago