EdipCheese

@edipcheese

Followers
2,433
Following
2,592
Account Insight
Score
29.02%
Index
Health Rate
%
Users Ratio
1:1
Weeks posts
WHAT A MAROCCAN LIFE!
157 8
1 year ago
"Labirin Dalam Bisikan"
250 20
11 months ago
Sesi tenis sore, kopi ais setiap selesai makan siang, sabun wangi, dan upacara kecil bersama rumput bal-balan. Residensi di Rimbun Dahan bukan tentang membuat karya. Bukan juga tentang negara. Tapi tentang belajar mengupas daging kepala sendiri, tentang suara semut yang bunuh diri di balik lukisan pagar. Tentang tubuh yang gagal jadi negara, dan bahasa yang makin hari makin bau korek gas. Sarapan lupa di foto, 2 ekor biawak menyaksikan latihan, 4 seniman tidur sambil melek, 3 gagasan hilang karna nasi kandar terlalu enak, 19 kali ngomong “kerja lintas disiplin” tanpa paham maksudnya ekosistem residensi yang tak pernah benar-benar menjawab, tetapi selalu mendengarkan. Kolaborator yang menyamarkan kegilaan menjadi disiplin. Thanks to semua roh, tubuh, dan makhluk setengah sadar yang ikut hadir. See you in august, in another lost dimension. 📍Rimbun Dahan, Malaysia 🌀Mei yang membusuk pelan-pelan
113 7
10 months ago
Bunyi kecil yang tumbuh seperti jamur di speaker. Suara bergerak dari kiri ke pohon, dari lantai ke kepala, dari kepala ke sesuatu yang tidak punya nama. Spatial audio membuat bunyi punya kaki. Kadang ia berlari. Kadang ia hanya berdiri di bahu pendengar sambil batuk kecil. Rebab menarik satu nada panjang Sementara itu mangkuk kaca diperlakukan tidak sopan. Catatan hari ini: 1 mangkuk kaca hampir jadi meteor 2 frekuensi bertengkar di compressor 3 ide kabur saat reverb terlalu dalam 5 menit menatap kabel sambil pura-pura paham 17 detik yakin bahwa noise sebenarnya sedang menertawakan kita Terima kasih pada gema yang terlalu jauh. Terima kasih pada speaker yang tidak pernah menolak frekuensi aneh.
126 0
2 months ago
Kahayan phonk dan sobat murung raya. Boulvard banjir lur…
216 9
2 months ago
Full video sudah tayang diakun Youtube HITsTORI, biar mempergampang kalian, kami menyediakannya di LINK BIO yang tertera di atas, dan di instastory kami. Sampai bertemu di postingan selanjutnya 👋🏻dadaaaaaaa👋🏻 Ok sekian dan terimakasih sehat selalu kalian disana aminnn. #HITsTORI #hitstosisegemenawal #a6ensemble
285 7
5 months ago
Sudah tayang cerita di balik @rastakrina_soundsystem , bersama podcaster baru kami @edipcheese . Full video sudah tayang di akun Youtube HITsTORI, biar mempergampang kalian, kami menyediakannya di LINK BIO yang tertera di atas, dan di instastory kami. Sampai bertemu di postingan selanjutnya 👋🏻dadaaaaaaa👋🏻 Ok sekian dan terimakasih semoga sehat selalu kalian disana aminnn. #HITsTORI #hitstosisegemenawal #rastakrina
394 26
8 months ago
@sandikalaensemble played some noise pieces at @gauuuung People were chillin’, ears still ringing. Wild how stage noise gets the hype, but the noise in your head? IDK Wild how happiness sometimes just sounds like chaos.
132 0
8 months ago
Epitaph continues Sandikala’s exploration of a compositional method where tempo progressively decelerates, inspired by Javanese gamelan. In gamelan, slowing tempo expands space between the balungan (core melody) while elaborating instruments grow denser; creating a paradoxical sense of time. Traditionally likened to a blooming flower, Sandikala instead imagines a flower that withers and rots. This rotten flower becomes a symbol of critique. Epitaph rejects the glorification of tradition and turns instead to the wounds of history. In its center, a broken-radio-like collage features the fragmented voices of Wiji Thukul, Mahmoud Darwish, and Frantz Fanon, like the return of the repressed, half-remembered and unresolved. These sounds are framed by references to Lalermengeng, a traditional gending associated with death. Like a memory that haunts, it returns beyond control. The radio-static textures resemble a swarm of flies circling decay. The piece ends with a singular burst of noise, standing in stark contrast. This noise becomes a poetic figure: the Ratu Adil, a messianic force interrupting the relentless march of history. It is not clarity, but rupture; not redemption through reason, but the irrational hope of a future refusing clear articulation. Epitaph is available to stream and download at yesnowave’s bandcamp or tap link in @yesnowavemusic bio or my bio (/album/epitaph). Sandikala Ensemble is a Yogyakarta-based group dedicated to exploring experimental techniques and designing new gamelan instruments in order to expand the horizons of contemporary gamelan music. Founded in 2020 by Dion Nataraja and Yustiawan Paradigma Umar, the ensemble features musicians Roni Driyastoto, Mustika Garis Sejati, Suseno Setyo Wibowo, Muhamad Erdifadillah, and Muhammad Khoirur Roziqin. The ensemble has developed new instruments, including four genders with a 36-tone non-octave tuning system. More recently, Sandikala has added instruments designed by Dion Nataraja, including two gambang and two sets of gong kemodhong, crafted in Klaten by Karnadi Handoko and Siswo Pradangga.
95 0
10 months ago
RELASI BUNYI / 5 JULI 2025 @sahrul_kepek membawa kembali kenangan masa kecilnya di lingkungan Panggungharjo; sawah dan tanah lapang yang dulu ia gunakan buat main layang-layang, kini jadi kafe, jalan, dan bangunan. @edipcheese yang tumbuh dengan tambang nikel, merekam jejak mesin pabrik dan percakapan para pekerjanya, menjadi audio yang ia desain dan presentasikan. Terima kasih kepada Sahrul dan Edip. Kepada teman-teman yang datang dan meramaikan. Jangan kapok dan mari bertemu di agenda selanjutnya. ______ @sahrul_kepek brings back childhood memories in the Panggungharjo neighborhood; rice fields and open land once used for flying kites have now turned into cafes, roads, and buildings. @edipcheese , who grew up with nickel mining, captures the sounds of factory machines and workers' conversations, creating audio he designed and presented. Thank you to Sahrul and Edip. To the friends who came and enlivened the event. Don't get tired of joining us, and let's meet again at the next event. ______ Doc by @komunitassakatoya & @anz.wir #Sakatoya #RelasiBunyi #GREENLINE #SpatialAwarenessToNaturalTurbulence #DanaIndonesiana #Kemenkebud #LPDP
134 2
10 months ago
“Lewat eksplorasi langsung di ruang industri, saya tidak hanya merekam suara, tetapi juga mengaktifkan kembali makna yang terkandung dalam denyut operasional pabrik–ruang yang kerap dianggap jauh dari nilai artistik.” – @edipcheese “Melalui bunyi-bunyian, karya ini mengajak kita untuk merefleksikan pentingnya melestarikan nilai sosial, kultural, dan kearifan lokal di tengah arus modernisasi.” – @sahrul_kepek Modernitas kadang mengalir deras sekaligus menghanyutkan ruang-ruang sosial-kultural masyarakat. Menyikapinya dengan bijaksana, barangkali adalah salah satu upaya yang bisa ditempuh. Edip dan Sahrul memilih bebunyian yang lahir dari peristiwa-peristiwa modern, entah di dalam modernitas atau yang terdampak olehnya. Hari ketiga Relasi Bunyi, mereka akan mempresentasikan hasil pengamatannya. Mari datang dan ramaikan! _____ “Through direct exploration in industrial spaces, not just record sounds but also reactivate the meaning contained within the pulse of factory operations—spaces often considered far from artistic value.” – @edipcheese “Through sounds, this work invites us to reflect on the importance of preserving social, cultural, and local wisdom values amidst the currents of modernization.” – @sahrul_kepek Modernity sometimes flows forcefully, sweeping away society’s social-cultural spaces. Responding to it wisely may be one of the efforts we can undertake. Edip and Sahrul choose sounds which emerge from modern events, whether within modernity or affected by it. On the third day of Relasi Bunyi, they will present the results of their observations. Come and join the excitement! #Sakatoya #RelasiBunyi #GREENLINE #SpatialAwarenessToNaturalTurbulence #DanaIndonesiana #Kemenkebud #LPDP
164 7
10 months ago
Revolusi industri di sekitar abad ke 18 membawa dampak perubahan yang signifikan, termasuk cara kerja pabrik yang semula kerja tangan manusia diganti menjadi kerja mesin. Terus bergerak hingga saat ini, dari desa jadi kota, transisi rural ke urban, ekonomi agraris ke industri. Hadirnya pabrik bisa dibaca sebagai orkestrasi akustik yang kompleks yang memuat narasi keseharian, subjek pekerja yang hidup dan menghidupi. Kemudian sistem agraris yang terkikis, menyebabkan pula warisan budaya dan praktik baik tergerus. Dua karya seniman pada hari ketiga Relasi Bunyi mencoba menangkap dan mengolah bunyi yang dihasilkan dari ruang-ruang agraris dan industri. Sehingga bisa menjadi tawaran pencarian keseimbangan serta ruang refleksi kritis atas hal-hal yang terjadi di lingkungan sekitar. 📍 “Dompeng No.2” oleh Muhamad Erdifadilah dan “Akar yang Terputus” oleh Sahrul Yulianto 📆 Sabtu, 5 Juli 2025 | Pukul 19.00 - 21.30 WIB 📌 Sakatoya Collective Space https://g.co/kgs/5Pu9HKR 🎟️ Gratis, terbuka untuk umum dengan kapasitas terbatas 🔗 Reservasi: https://bit.ly/Presentasi_RB_D3 📞 CP: Mifta +62 857-1199-3075 #Sakatoya #RelasiBunyi #GREENLINE #SpatialAwarenessToNaturalTurbulence #DanaIndonesiana #Kemenkebud #LPDP
61 3
10 months ago