Sejak drama PPKM yg tak berkesudahan ini, kami sih udah pasrah kalau euforia lomba Dendang Rempah ini hanya sampai di pengumuman saja. Semua memang serba terbatas ya kan. Alhamdulillah dapat hadiah. Alhamdulillah lagunya dipakai untuk tujuan positif.
Hari demi hari berlanjut, pas lagi mumet-mumetnya rampungin album Perempuan Sabana, aku ditelpon bapak-bapak berdialek Jawa kental, "Bu, Citra! Ibu bisa hadir di acara kita tanggal 29 Oktober? Di Borobudur."
"Borobudur? Candi Borobudur? Acara apa? Eh, ini siapa ya, pak?"
"Ini dari Kemendikbud. Acara puncak festival Jalur Rempah. Semua pemenang lomba diundang untuk hadir. Undangan sudah saya kirim via chat ya. Sampai jumpa di Borobudur!", teriaknya dengan girang.
Spontan aku bengong. Berarti tinggal 3 hari lagi. Gimana nih. Singkat cerita, aku terbang ke Jogja. Pas di lokasi acara di taman Aksobya, kami tonton videoklip yang sudah digarap. Ada Naura, artis muda masa kini yang menjadi penyanyinya. Bangga banget lagunya dinyanyikan bareng ama peserta-peserta lainnya.
Pas lagi mulut dipenuhi jagung rebus, tiba-tiba MC manggil namaku; disuruh naik panggung.
Hampir keselek, aku siap-siap ke sana. Ditanya-tanya dan diminta jelaskan tentang lagu kami tersebut. Tangan dan suaraku gemetaran. Tau dah aku ngomong apa. Abis itu, aku duduk lagi ke tempatku dan mengikuti acara lagi. Sepanjang acara, hati berbunga-bunga mengingat proses selama ini. Bukan hanya proses bikin lagunya yang dadakan, jauh ampe ke Dairi, fisik di kuat-kuatin padahal dokter udah maksa segera operasi, tapi juga proses selama 4 tahun belakangan ini. Empat tahun sedari kenal dan berproses dengan mastengku
@seloka_beruk . Mulai dari LDR-an, bikin degilzine, bikin degilhouse, fisik dan mental terbanting-banting; disepelekan, dihina, difitnah, dimanfaatkan, ah...segala-gala lah!
Eh, tau-tau dapat kabar begini. Gak sadar aku tersenyum di tengah keramaian taman Aksobya. Sambil menatap ujung candi Borobudur yang bersentuhan dengan langit dan menunjuknya, "Kamu aja butuh 75 tahun supaya bisa terbangun kokoh, jadi candi raksasa, dan bisa ada sampai saat ini. Kami mah 4 tahun apaan? Masih cemen lah! Semangat lagi kita yok! Gak ada semua tuh! Pasiiirrrrrr! "