Barangkali pintu-pintu langit terbuka lebar bagimu justru karena kamu memiliki dada seluas samudera yang sanggup menelan setiap kerikil tajam tanpa sekalipun berniat melemparkannya kembali.
Kamu memilih untuk meluruhkan dendam dibalik sujud, membungkam bara api dengan keheningan yg anggun, dan membalas setiap luka dengan untaian doa yg wangi.
Disitulah rizkimu mengalir, bukan karena kamu yang paling keras bersuara, bukan pula karena kamu yang paling keras berupaya. Melainkan karena jiwamu telah menjadi saluran bagi cahaya yang tidak pernah kamu kotori dengan kebencian. Kamu menerima segalanya dengan syukur.
๐Medina