Untuk semakin membuka akses terhadap pengetahuan dan kebudayaan Banda, museum Rumah Budaya Banda memiliki arsip digital yang tersedia dalam bahasa Indonesia dan Inggris.
Arsip dapat diakses di situs web Yayasan Warisan dan Budaya Banda serta Wikimedia Commons melalui pranala berikut:
bit.ly/bandaculturalmuseum_archive
bit.ly/bandaculturalmuseum_wikimedia
Tim kuratorial meyakini bahwa sejarah tidak berdimensi tunggal, melainkan terdapat berbagai perspektif, tafsir, dan disiplin yang dapat membentuknya. Karena itu, pengunjung dapat berkontribusi pada arsip digital Rumah Budaya Banda melalui kolom yang tersedia di laman web museum.
Digitalisasi arsip museum Rumah Budaya Banda didukung oleh hibah GLAM 2025 dari Wikimedia @wikimediaid@kebudayaan_wmid .
-
To further enhance access to the knowledge and culture of Banda, the Rumah Budaya Banda museum has a digital archive available in both Indonesian and English.
The archive can be accessed on the Banda Heritage and Culture Foundation website and Wikimedia Commons via the following links:
bit.ly/bandaculturalmuseum_archive
bit.ly/bandaculturalmuseum_wikimedia
The curatorial team believes that history is not single-dimensional; rather, there are various perspectives, interpretations, and disciplines that can shape it. Therefore, visitors can contribute to the Rumah Budaya Banda digital archive through the section provided on the museum's website.
The digitization of the Rumah Budaya Banda museum archive was supported by a 2025 GLAM grant from Wikimedia @wikimediaid@kebudayaan_wmid .
The Makassar imagination
•
The vibrant stilt houses of Makassar Malay culture are a testament to resilience and at the same time a stark warning of vulnerability in a changing world. They have proved the value of indigenous knowledge well into the modern era, functioning perfectly as a self-contained family space with areas to work, rest, socialise, store resources and sleep, sheltered from the sun and protected from wild animals and rising waves. But they are a fading glory - unsustainable resource management mean that on most islands there just isn't enough wood available to construct new homes from scratch. That means that structures like this one, now almost a hundred years old and still standing strong, may become little more than a legacy of more abundant times.
•
#rumahpanggung #stilthouse #makassar #polassi #selayarislands
Pada Mei 2025, tim kuratorial yang terdiri dari Luna Hapsari (Kurator) dan Kris K. (Peneliti) berkesempatan untuk merevitalisasi Rumah Budaya Banda. Kami menggunakan pendekatan kolaboratif dan kerangka kuratorial terbuka untuk menantang narasi sejarah yang dominan serta mengedepankan pengetahuan lokal.
Tim kuratorial meyakini bahwa sejarah tidak berdimensi tunggal, melainkan terdapat berbagai perspektif, tafsir, dan disiplin yang dapat membentuknya. Oleh karena itu, revitalisasi Rumah Budaya Banda bukanlah sebuah proyek lepas, melainkan sebuah proses yang akan terus berjalan dan berkembang.
Untuk informasi lebih lanjut, mengakses arsip digital, serta berkontribusi terhadap kuratorial museum, silakan kunjungi /museum.
—
In May 2025, the ekspos curatorial team comprised of Luna Hapsari (Curator) and Kris K. (Researcher) undertook a revitalisation of the Banda Cultural Museum (Rumah Budaya Banda). We employed an open and collaborative curatorial framework to challenge dominant historical narratives and prioritise local knowledge.
The curatorial team believes that history is not one unified concept, but rather a wide range of perspectives, interpretations, and built across multiple disciplines. That’s why the Banda Cultural Museum revitalisation is not a single event. It’s an ongoing process of growth and development.
For more information, access to the digital archive and to contribute to the museum’s open curatorial, visit /museum.
ekspos adalah bentuk kerjasama dari Kris K. dan Luna Hapsari. Kami menawarkan jasa konsultasi, riset, kurasi, dan manajemen untuk proyek-proyek seni budaya dan inter-disiplin dari fase penggagasan hingga pelaksanaan.
Kris K. adalah seorang peneliti dan penulis dari UK yang berfokus pada isu-isu masyarakat marjinal di berbagai wilayah Indonesia. Sebagai peneliti untuk Rumah Budaya Banda, Kris mempelajari sejarah Banda secara mendalam, dan menjadikan Banda bab pertama dari bukunya yang akan segera diterbitkan, berjudul ‘Apa itu Indonesia’.
Luna Hapsari adalah seorang kurator dan manajer seni yang merespon isu-isu global melalui kerja seni budaya. Luna menempuh pendidikan di Universitas Indonesia dan Institut d'études politiques de Toulouse. Dalam bidang seni budaya, Luna memiliki pengalaman bekerja di institusi internasional dan organisasi nirlaba, serta aktif bekerjasama dalam kolektif akar rumput di Indonesia dan Asia Tenggara. Luna adalah kurator dari museum Rumah Budaya Banda dan salah satu pendiri Banda Artepelago, ruang seni berbasis komunitas di Banda Naira, Maluku.
—
ekspos is a collaboration between Kris K. and Luna Hapsari. We offer consultancy, research, curation, and management services for arts, culture, and interdisciplinary projects from the conception phase through to execution.
Kris K. is a British researcher and writer who focuses on marginalized and underreported issues affecting communities across Indonesia. As a researcher for Rumah Budaya Banda, Kris has studied the history of Banda in depth, making Banda the first chapter of his forthcoming book, 'Apa itu Indonesia'.
Luna Hapsari is a curator and arts manager who responds to global issues through cultural and artistic work. Luna was educated at the University of Indonesia and the Institut d'études politiques de Toulouse. In the field of arts and culture, Luna has experience working in international institutions and non-profit organizations, and actively collaborates with grassroots collectives in Indonesia and Southeast Asia. Luna is the curator of the Rumah Budaya Banda museum and a co-founder of Banda Artepelago, a community-based art space in Banda Naira, Maluku.
Earthrise
•
A small fishing boat with a faulty engine, an eight hour delay. The destination is close, but we must wait for the tides to come in before approach. Sunrise over the open ocean. Another morning on Earth.
•
#sky #langit #sunrise #horizon #selayarislands
Green machine
•
The dense grasses and sparse woodlands of Polassi island are a haven for rainbow bee-eaters, migrants from Australia who travel thousands of kilometres to find predator-free landscapes like this. Their green feathers open to reveal vibrant blue and orang wings as they swoop from tree to tree in dramatic circles, snatching insects out of the air.
•
#rainbowbeeeater #pulaupolassi #selayarislands #kepulauanselayar #indonesia
Aquamarina 🧪
•
The meeting of sun, sea, and sky delivers a colour combination that has fascinated humans for as long as they have left the margins of the land behind. Coralss may bleach and fish stocks may collapse, but the ocean will never lose its majesty.
•
#turquoise #tosca #aquamarine #ocean #selayar
Isla
•
There is something about islands. The kind that it takes only a day to walk all the way around. The kind that feel self-contained, far from the outside world. They are quiet, slow-moving, familiar, and give people a sense of place that is so much more clearly defined than the arbitrary borders of nations on the mainland. Here, the horizon stretches on both sides of the sky, and while you might not get anywhere fast, you probably wouldn't want to.
•
#island #pulau #pulaupolassi #beach #selayarislands
Antar-jemput
•
Jadwal kepulauan kecil enggak mengikuti mingguan 7 hari maupun tanggal pasaran, melainkan gerakan bulan dan dampaknya kepada pasang-surut. Mesin yang rusak mengakibatkan kapal datang telat, sehingga laut yang surut mencegah bersandar di dermaga. Mau enggak mau seorang pedagang kain harus turun, tidak mungkin menunggu berjam-jam sampai pasang naik lagi. Khusus kebutuhan ini, setiap kapal membawa rakit styrofoam dan abang muda penuh semangat khusus mengantar penumpang dan barang. Untungnya yang mau turun di pulau ini cuman satu orang doang.
•
#rakit #raft #kepulauanselayar #selayarislands #indonesia
Memperingati Hari Buruh, Sebuah tulisan dari Kris K @dystopher , seorang Peneliti, Pemerhati kota dan Co Founder dari @rameramejakarta
Kata "buruh" mungkin terasa asing dan dan ingin kita hindari, padahal cermin itu sedang memantulkan wajah kita sendiri. Selamat Hari Buruh untuk mereka dan kita semua.
#ruangheteronom #kolomhetronom #lifeatsmiljan #reconnectingsuburbanism #mayday
Ice breaker
•
Kepulauan terpencil nusantara sering dihuni awalnya karena kekayaan laut yang dengan mudah mencukupi kebutuhan para nelayan. Zaman ini ikan bukan lagi menjadi makanan melainkan komoditas, sehingga tekanan ekonomi baru mengubah kehidupan para nelayan. Terjebak antara kebutuhan es untuk menjaga harga hasil tangkapan, harga BBM yang makin tidak stabil dan kehancuran ekosistem laut yang mengakibatkan kehabisan ikan, pulau-pulau 3T ini sekarang bisa ditambah satu lagi: Terrentan.
•
#ice #es #portraitphotography #tangannusantara #indonesia
Jamia jengki
•
Kapan sesuatu bisa dinamakan tradisi? Kapan jengki bisa dapat status UNESCO? Sejak kapan arsitektur masjid kota kabupaten mengalahkan masjid negara di "ibukota" baru?
•
#bentengselayar #selayarislands #jengki #masjid #indonesia