Postingan pertama ini, Dinda dedikasikan untuk ibunda tercinta, mama
@hulwatihusna 🤍
Malam ini mungkin terlihat seperti sebuah gala premiere…
tapi buat Dinda, ini adalah potongan perjalanan panjang kita berdua, Ma.
Perjalanan yang penuh air mata, lelah, tapi juga cinta yang gak pernah habis.
Mama inget gak…
dulu kita ke mana-mana selalu berdua.
Naik angkot, pindah-pindah casting, panas-panasan, hujan-hujanan…
pergi pagi, pulang pagi.
Pelan-pelan… dari yang gak punya apa-apa,
sampai akhirnya Allah kasih kita satu per satu—motor, mobil, rumah…
tapi yang gak pernah berubah, Mama tetap di samping Dinda.
Capeknya Mama… mungkin gak pernah Mama ceritakan.
Tapi Dinda lihat. Dinda rasa.
Mama yang selalu jagain, selalu temenin…
dan setiap dunia terasa jahat, Mama yang paling depan berdiri buat nguatin Dinda.
Ma… kalau semua cerita itu ditulis, mungkin gak akan cukup satu film pun.
Tapi Dinda cuma mau Mama tahu satu hal—
dari dulu sampai hari ini, semua mimpi yang Dinda kejar… selalu tentang Mama.
Gak pernah berubah.
Sekarang hanya bertambah… untuk Rey, Shaka, dan Kaba.
Menjadi produser…
adalah sesuatu yang dulu bahkan gak berani Dinda mimpikan.
Sempat iseng bikin
@the.gabuts sempat berjalan…
lalu Dinda memilih berhenti, memilih jalan lain yang Allah tuntun.
Dan hari ini… Dinda berdiri di sini,
dengan satu perasaan yang paling besar—
bersyukur, karena punya Mama yang gak pernah berhenti percaya.
Terima kasih ya, Ma…
sudah jadi rumah paling hangat,
tempat Dinda selalu pulang, sejauh apa pun melangkah.
Ma…
film ini Dinda persembahkan untuk Mama.
Seperti cerita dan judul yang Dinda pilih—
“Ku peluk kamu selamanya.” 🤍