We call them Opa & Oma
Bagi sebagian besar orang, usia senja adalah masa untuk berhenti, duduk di teras rumah, dan sekadar menikmati waktu luang. Namun, tidak demikian bagi Prof. Dr. dr. Nasrul Zubir dan Prof. Dr. dr. Ellyza Nasrul. Di usia yang menyentuh 83 tahun, sepasang suami istri ini telah menuliskan sejarah panjang yang tidak hanya membanggakan keluarga, tetapi juga memajukan dunia medis dan pendidikan kedokteran di Indonesia.
Sebagai dokter spesialis dan guru besar FK Universitas Andalas Prof. Nasrul di bidang Penyakit Dalam dan Gastroenterologi, serta Prof. Ellyza di bidang Patologi Klinik. Hari-hari mereka selama puluhan tahun dihabiskan di antara bangsal rumah sakit, ruang laboratorium, dan mimbar kuliah. Mereka adalah dua pilar penting yang tidak hanya fokus menyembuhkan tubuh yang sakit, tetapi juga memastikan bahwa ilmu pengetahuan terus diwariskan. Ribuan mahasiswa kedokteran telah lahir dari tangan dingin mereka, membawa ilmu yang diajarkan oleh Oma dan Opa ini ke seluruh pelosok negeri.
Yang paling membuat takjub adalah api semangat mereka yang tak kunjung padam. Hingga tahun lalu, ketika usia mereka telah menginjak 82 tahun, langkah mereka masih tegak menyusuri koridor kampus dan rumah sakit. Mereka tetap membaca, tetap meneliti, tetap mengajar, dan tetap melayani pasien. Ketekunan ini membuktikan bahwa profesi dokter dan guru bagi mereka bukanlah sekadar pekerjaan untuk menyambung hidup, melainkan sebuah panggilan jiwa dan bentuk ibadah yang tertinggi.
Oma dan Opa adalah bukti nyata bahwa cinta pada ilmu pengetahuan dan rasa empati kepada sesama bisa memberikan energi yang melampaui batas fisik usia. Kisah hidup mereka bukan hanya cerita tentang kesuksesan akademik, melainkan sebuah mahakarya tentang dedikasi, ketangguhan, dan pengabdian tanpa akhir.
Sukses itu bukan soal jumlah materi tapi soal pengabdian yang bermanfaat bagi orang banyak.