🪟 The Book of Everyday Things karya terbaru Desi Anwar @desianwar mengajak kita untuk menyelami makna di balik benda-benda sehari-hari.
🛋️ Buku ini mengingatkan kita bahwa kebahagiaan sejati mungkin tidak terletak pada benda buatan manusia, tetapi pada apa yang diberikan alam kepada kita.
💡 The Book of Everyday Things adalah bacaan wajib bagi siapa saja yang ingin memahami hubungan manusia dengan benda-benda di sekitarnya.
DAPAT DIPESAN DI:
🫖
🫖 Gramedia Official Store Tokopedia
🫖 GPU Official Shop Shopee Mall
🫖 Gramedia Official Shop Shopee Mall
klik link di bio @bukugpu linktr.ee/TBOET_GPU
#bukugpu #bincangbuku
On @desianwar ’s Curiosity Corner today ✨
Kenapa kita suka cerita hantu?
Dari cerita nenek sebelum tidur, hingga film horor di bioskop, manusia sepertinya tidak pernah bosan dengan cerita hantu. Cerita hantu akhirnya menjadi lebih dari sekadar hiburan. Ia menyimpan ketakutan, trauma, bahkan pesan moral. Banyak sosok hantu hadir sebagai simbol ketidakadilan, kemarahan, atau konsekuensi dari perbuatan manusia.
Mungkin di tengah dunia yang semakin modern, kita masih ingin percaya… bahwa ada sesuatu yang lebih besar dari diri kita. Sesuatu yang tidak selalu bisa dijelaskan logika.
Curious indeed👻
On this episode of English with Desi Anwar, we learn dog related English expressions. Woof woof 🐶 have fun learning! #englishwithdesianwar #cnnindonesia #learnenglish
Kira-kira kalau battle aura, bagaimana aura dari film “Ghost in the Cell” dan program Insight with Desi Anwar? Apakah auranya positif atau negatif?🤔👻
Saksikan obrolan seru mereka dalam Insight with @desianwar bersama Joko Anwar (Sutradara “Ghost in the Cell”) dan para cast “Ghost in the Cell” di antaranya Morgan Oey (Pemeran Bimo “Ghost in the Cell”), Kiki Narendra (Pemeran Sapto “Ghost in the Cell”), dan Arswendy Bening Swara (Pemeran Prakasa “Ghost in the Cell”), Sabtu (16/5) pukul 12.45 WIB di #CNNIndonesia #InsightWithDesiAnwar @jokoanwar@morganoey@kikinarend@arswendybeningswara
On Desi Anwar’s Curiosity Corner today ✨
Kenapa kecelakaan bisa terjadi?
Sering kali setelah sebuah tragedi, kita langsung mencari siapa yang salah. Padahal, kecelakaan besar hampir tidak pernah terjadi karena satu kesalahan saja. Fenomena ini dikenal sebagai The Swiss Cheese Model of Disaster. Setiap lapisan keamanan diibaratkan seperti keju Swiss yang memiliki lubang. Satu lubang mungkin tidak berbahaya. Tapi ketika semua lubang sejajar, bencana menjadi tak terhindarkan.
Jadi pertanyaannya bukan hanya “siapa yang salah?” tetapi juga, “Bagaimana sistem membiarkan ini terjadi?”
Curious indeed.
On @desianwar ’s Curiosity Corner today ✨
Why are humans obsessed with cats?
From ancient grain stores to viral videos, hubungan manusia dengan kucing ternyata sudah berlangsung lebih dari 9.000 tahun. Bahkan di Mesir Kuno, kucing dipuja sebagai makhluk suci, hingga memiliki dewi sendiri, Bastet. Hari ini, obsesi itu semakin nyata. Secara global, ada lebih dari 350 juta kucing peliharaan dan miliaran konten kucing di internet. Dari pemburu tikus, kini mereka menjadi “penguasa dunia digital.” Jadi, siapa sebenarnya yang memelihara siapa? 😼
Curious indeed. 🐾
Di tengah hiruk-pikuk sebagai kota megapolitan, Jakarta menyimpan jejak panjang yang membentuk dirinya hari ini. Menjelang usia 5 abad, sejarah kota ini kembali menjadi penting untuk dibaca ulang di tengah laju pembangunan. Dari Sunda Kelapa, Jayakarta, hingga Batavia, perubahan nama dan kekuasaan meninggalkan warisan yang masih berdiri hingga kini. Salah satu saksi pentingnya adalah Museum Sejarah Jakarta, bangunan bersejarah yang pernah menjadi pusat pemerintahan di era Batavia. Di balik dindingnya, tersimpan kisah tentang kekuasaan, perlawanan, hingga kehidupan sosial pada masanya.
Saksikan Insight with @desianwar bersama Sri Kusumawati (Kepala Unit Pengelola Museum Kesejarahan Jakarta Periode 2015-2021) dalam episode “Menelusuri Jejak Batavia di Museum Sejarah Jakarta”, Sabtu (2/5) pukul 12.45 WIB di #CNNIndonesia #InsightWithDesiAnwar
On @desianwar ’s Curiosity Corner today ✨
Is the world really driven by money or by the dollar?
Sebagian besar perdagangan global masih bergantung pada dolar AS, menjadikannya mata uang cadangan utama dunia, termasuk bagi Indonesia. Sekitar 88% transaksi internasional dilakukan dalam dolar. Dolar menjadi bukan sekadar alat tukar, tapi juga simbol kekuatan global. Namun kini, dengan munculnya mata uang lain seperti yuan, posisi dolar mulai diuji.
Is dollar dominance here to stay or is a new financial order emerging? Let’s break it down.
On @desianwar ’s Curiosity Corner today ✨
Are we building a generation that depends on AI?
Kita semakin jatuh cinta pada kecerdasan buatan. AI bahkan mulai berperan layaknya “otak digital” yang menggantikan fungsi berpikir kita. Hampir 40% pekerjaan global berpotensi terdampak AI. Bukan hanya pekerjaan, tapi juga kreativitas, cara berpikir, hingga peran manusia itu sendiri.
Are we empowering humanity or risking losing control? Let’s break it down.
On Desi Anwar’s Curiosity Corner today ✨
Are we building a digital zombie generation?
Rata-rata anak Indonesia kini menghabiskan lebih dari 7 jam sehari di depan layar gadget. Tanpa kontrol, paparan ini bukan sekadar soal waktu, tapi juga dapat berdampak pada gangguan fokus, penurunan kemampuan berpikir, risiko kecemasan dan depresi, hingga terganggunya perkembangan sosial dan emosional di usia krusial.
Are we raising a golden generation or creating digital zombies? Let’s break it down.