SURPRISE RELEASE OUR SECOND SONG "188XLT" IS OUT NOW EVERYWHERE, GO CHECK EM OUT
.
.
artwork by @rdnluthfi
Lyrics: Rex
Recording: @teargaslab
Mixing/Mastering: @stab_recs
#AWASINTEL 📞
Akhirnya di Jum'at malam yang syahdu ini single terbaru kami "RUDAL" sudah bisa kalian dengarkan di Bandcamp, tinggal klik link di bio.
(dsp lain nyusul)
Recording at @teargaslab
Mixing/Mastering at @stab_recs
Artwork by @reky.mr
GO LISTEN TO IT AND ALWAYS REMEMBER
#freepalestine🇵🇸
#fuckboardofpigs🖕🐷
YOWW
EP 4 WAKTU CURAM telah rilis dan dapat di dengarkan di semua platform. Les’t Fucking Gow🕺🏽💙
setelah penantian dan penundaan yang cukup lama akhirnya di hari jumat yang berkah ini EP dari ConstantHate yang bertajuk “ 4 Waktu Curam “ telah rilis dan bisa kalian dengarkan di semua digital platform musikk 👀🫵🏻
/album/1nMNgUdE5dTBRasCTPYkrT
Unit Punk asal Bandung, muda dan berbahaya! 🔥
@constanthate.193 , sebuah band yang terbentuk dari sekumpulan anak-anak kampus UNPAS. Di tahun 2024 kemarin, mereka baru aja ngerilis EP perdananya bertajuk '4 Waktu Curam'.
EP ini berisikan 6 karya, yang masing-masingnya udah bisa kamu dengerin. Di dalam '4 Waktu Curam' ini nyeritain berbagai cerminan kelam kehidupan modern, sampai keresahan atas kehidupan sehari-hari.
#constanthate #punk #cumadiardan #music
Insan Muda! di hari minggu ini kita bakalan ketemuan sama @constanthate.193 barengan sama @supermusic_id
Jangan lupa nontonin streamingnya di all streaming platformnya Ardan Radio yaa. Barengan sama Jack, di Ardan Indie 7 - Your Own Song, Your Own Chart and be Original!
#indie7 #supermusic
ConstantHate, band punk asal Bandung yang terbentuk pada 2023, siap mengguncang!
Digawangi Ahmad Hafid (vokal), Adil Satria (bass), Reky MR & Raisyah Pedja (gitar), serta Andika Dwi Putra (drum), mereka membawa energi liar terinspirasi dari Total Jerks, Dead Kennedys, Misfits, Bad Religion, dan Black Flag.
Lewat EP “4 Waktu Curam”, mereka melontarkan 6 track penuh amarah dan keresahan kota dari padatnya jalanan sampai realitas sosial yang brutal. Sound cepat, kasar, dan tanpa kompromi.
Sekarang saatnya kalian rasain langsung
CONSTANTHATE AKAN TAMPIL DI ECHOES OF UNITY!
Bersiap untuk chaos, circle pit, dan energi yang gak bisa ditahan.
CHAOS IS OUR SOUND — CONSTANTHATE
TBA
See You In The Pit.
#echoesofunity #voiceupdate #voicegarage #constanthate
#gigsbandung
CONSTANTHATE " Rudal / 188XLT " Single
CONSTANTHATE baru-baru ini merilis dua Single secara berurutan, setelah rilisan Ep Empat Waktu Curam berapa waktu yang telah lalu.
Yang pertama bertajuk Rudal, yang berasal dari singkatan Peluru Kendali, yang apabila dimuati dengan hulu ledak nuklir, maka luluh lantaklah semuanya. Rudal yang ini bermuatan kondisi Palestina dengan derita yang bersumber dari kebiadaban Z10naz1 Is Real, dari sudut pandang CONSTANTHATE, dimana derita mereka di Palestina jauh melampaui apa yang bisa kita tanggung, semoga derita mereka di sana segera berakhir itu saja.
Single kedua menyoroti hidup kita semua yang selalu dalam pengawasan, dari siapa lagi kalau bukan, silakan terka sendiri dengan mendengarkan Single ini. Ya gerak-gerik kita taklagi bebas atau memang dari dulu memang seperti itu, ada mata dan telinga yang selalu mengawasi dan mencari celah, celah untuk menghentikan dan acapkali menghantam atas nama stabilitas.
Secara musikal CONSTANTHATE masih bermain di ranah hardcore punk yang ngebut, bandel dan nakal, layaknya anak bandel yang mengacungkan jari tengah dan memantati kalian semua. Sederhana, tak perlu berbelit-belit rumit sulit suit suit, tapi pesannya sampai.
Setelah sempat melepas single "Rudal", kini mereka kembali dengan "188XLT", sebuah track yang berfungsi sebagai sirine bahaya sekaligus jembatan menuju EP mereka selanjutnya.
Nama ConstantHate mulai menjadi buah bibir di ruang underground dan koridor kampus berkat EP perdana mereka, "4 Waktu Curam". Tanpa perlu pusing dengan diksi filosofis yang mengawang, mereka memilih jalur lugas: tempo cepat dan padat yang merangkum siklus keresahan manusia dari pagi yang kelabu hingga malam yang paling kelam.
Mereka adalah anak haram dari pengaruh Total Jerks hingga Teenage Death Star, namun tetap menjaga relevansi lirik melalui pengaruh penulisan ala Morfem dan Majelis Lidah Berduri.
Track ini bukan sekadar distorsi tanpa arah. Rex (Gitar) mengungkapkan bahwa lagu ini lahir dari rasa buruk sangka yang ironis di tengah kolektif seni. Saat semua orang datang untuk merayakan kebebasan dan membagi energi, selalu ada perasaan tidak nyaman akan kehadiran "mata-mata" atau intelijen yang mengawasi dari sudut gelap.
"Awas, awas, ada intelijen..."
Lirik tersebut menjadi pengingat bahwa ruang yang seharusnya merdeka seringkali masih terasa diawasi oleh gelombang frekuensi yang tidak diinginkan.
ConstantHate, band yang berasal dari Kota Bandung dan terbentuk pada tahun 2023. Band ini beranggotakan PID (Vocal), DIL (Bass), REX (Gitar), REY (Gitar), dan DIX (Drum). Sekilas tentang mereka berasal dari berbagai kota seperti Bandung, Bogor, Serang Banten, dan Garut. Secara musik band ini terinspirasi oleh band-band seperti Total Jerks, ZIP, Hardik, dan Teenage Death Star, dan di segi lirik banyak terinspirasi oleh Morfem, Majelis Lidah Berduri, FSTVLST/Jenny, dan Jimi Jazz.
EP “4 Waktu Curam” membuat ConstantHate lumayan cukup menyita perhatian di lingkungan underground dan teman-teman kampus. Meskipun EP 4 Waktu Curam dari ConstantHate tidak ditulis dengan lirik yang penuh makna filosofis, hal ini tidak berarti bahwa musiknya tidak patut diapresiasi. Justru, dengan tempo yang cepat dan padat, EP ini mampu mengantarkan pendengar pada perjalanan menelusuri 4 fase keresahan: Pagi yang kelabu, Siang yang membakar, Sore yang mencekam, dan Malam yang kelam.
Setelah merilis EP 4 Waktu Curam dan Rudal (Single). ConstantHate merilis lagu kedua yang berjudul “188XLT”. Lagu kedua yang akan menjadi salah satu promosi perilisan EP yang sedang dikerjakan ConstantHate.
“188XLT” lahir dari keresahan yang sering muncul saat menghadiri acara musik atau kegiatan seni yang dibuat untuk menyalurkan semangat dan pemikiran kolektif, ruang yang seharusnya menjadi tempat yang merdeka, aman, menyenangkan, dan penuh ekspresi justru sering terasa diawasi oleh kehadiran “intel” dan oknum-oknum penyusup perusak suasana. “Dari sudut pandang saya situasi ini terasa ironis, karena orang orang yang datang hanya ingin menikmati musik, berbagi energi, dan merayakan kebebasan berekspresi, kurang lebih seperti itu, ini adalah perasaan buruk sangka saya sebagai manusia.” - Rex.
Track “188XLT” dari ConstantHate sudah bisa didengarkan di semua platform digital dan untuk EP “4 Waktu Curam” sudah tersedia di berbagai platform musik.