Dalam tradisinya, skena musik underground telah banyak mengisi ruang-ruang sosial dan menjadi bagian yang terhubung dalam perjuangan masyarakat di akar rumput. Alih-alih menjadikan musik sebatas medium ekspresi dan pelarian belaka, subkultur ini menegaskan kodratnya sebagai manifesto perlawanan; menyuarakan kemarahan kolektif dan merawat solidaritas di tengah sistem yang menindas.
Dalam momentum Mayday ini, semangat itu menemukan relevansinya. Di tengah eksploitasi tenaga kerja, upah murah, dan represi terhadap gerakan buruh, perlawanan harus melampaui logika pahlawan ratu adil; ia perlu mengandalkan kerja-kerja komunal, berjejaring, dan membangun infrastruktur alternatif bersama.
Menampilkan:
SPLYX
@simon.knup@noizhardcore@therlast.hc
halftimes_
Start 15.00 - 17.45 WIB
Free Entry
support:
@lbh.bandarlampung@ride_riot@forumliteratur@unstuckpower@stillalive_collective@lpz.organize@bl.hardcrew@lampungbootbois
Catat waktu dan tempatnya, sampai bertemu di Mayday!
artwork: @widho_z
aku ingin mencintaimu secara radikal
tanpa izin, tanpa sensor, tanpa stempel legalitas perasaan.
tapi kamu seperti negara
setiap pelukanku dicurigai,
setiap kata sayang diadili,
dan cintaku dituduh propaganda yang mengancam stabilitasmu.
aku tak bawa senjata,
hanya hati yang menolak tunduk.
namun bagimu, cinta yang tak bisa dikendalikan
selalu dianggap makar.
biarlah.
jika mencintaimu adalah kejahatan,
aku memilih jadi buronan
daripada warga patuh tanpa rasa.
🥀🖤