GANJA MEDIS - MENAGIH JANJI
Gak yakin @bnn_insight@infobnn_ri akan membaca ini apa lagi merespon. Tapi tetep akan aku ingatkan.
Siapa tahu mereka yang ga mau melihat, ga mau mendengar, ga mau merasa kan ini tiba-tiba ada keajaiban dan akhirnya bisa melihat, mendengar dan merasa.
Semoga kemampuan melihat, mendengar dan merasa mereka ini tidak dengan mengalami sendiri apa yang dialami Musa. Meskipun baik juga kalau mereka mengalami dan merasakan apa yang dialami dan dirasakan Musa.
Amiiiiin!!!
MERAYAKAN MUSA
Terimakasih adhiku @embun.debu08 yang menciptakan lagu ini 3 tahun yang lalu untuk merayakan hidup Musa.
Terimakasih juga untuk Mas Anom Astika untuk komposisi musikal indah nya.
Seperti janjiku di depan jenasah Boss Musa,
Aku masih berjuang.
Aku masih terus melawan.
Aku masih akan melawan.
Seperti hidupmu anak ku, mati mu pun tidak akan sia-sia.
LEGALISASI GANJA MEDIS
Tanggal 14 Juni 2025 sebenarnya aku sangat tunggu-tunggu karena akan ada dalam satu panel diskusi dengan Kepala BNN RI Bpk Komisaris Jenderal Polisi Dr. Marthinus Hukom, S.I.K, M. Si. dalam gelaran yang diadakan oleh adik-adik mahasiswa UKSW Salatiga.
Sayangnya beliau berhalangan hadir dan diwakili oleh Deputi Bidang Hukum dan Kerjasama Bpk Drs. Agus Irianto, S.H., M. Si, M.H., Ph.D.
Meskipun tidak terjadi diskusi seperti yang aku harapkan karena Bpk Agus mendadak ada acara dinas di malam minggu, tapi ada satu janji yang diberikan oleh Bapak Agus hari itu tentang riset ganja medis.
Satu hal lagi yang ga kalah penting hari itu adalah paparan Prof @zullies_ikawati yang sangat elaboratif dan membuka wawasan. Salah satunya adalah tentang tahapan-tahapan dalam legalisasi ganja medis yang beliau paparkan di depan Bpk Agus dan tahapan-tahapan itu sudah beliau wa langsung kepada Bpk Agus untuk dijadikan dasar memasukan CBD kedalam golongan 2 atau 3.
Kita tunggu apakah janji ini akhirnya menjadi kenyataan atau tidak.
Terimakasih @santiwarastutisanti@mandat.id@dedyandrianto_@listyana__m@agungpurwandono@uncle_papam yang sudah memberikan support sebelum, selama dan sesudah acara diskusi yang ga jadi diskusi hari itu.
WALUH SEHATDAN BERTAHAN HIDUP TAHUNAN
Ada caranya lho.
Tanam langsung di tanah.
Pengalamanku bisa bertahan hidup sampai 3 tahun.
Buah paling besar dari jenis waluh parang 12kg.
Berapa berat waluh terberat yang pernah kamu tanam?
NYEKER - MENJAWAB BOCIL
Silakan daddy sama mommy nya yang menerjemahkan kedalam bahasa yang mereka paham ya @gembok_maling dan @tosa_silvia
Kulit mati lagi tebel-tebelnya karena sudah 4 hari ga mandi wkwkwk. Semalam baru mandi sekaligus scrub kulit mati.
Hari ini kulit telanjang ga ada pelindung alami karena kulit mati sudah dikelupas semalam. Hari ini pakai sun cream yang barusan aku bikin 4 hari yang lalu sebelum ke Sekolah Pagesangan.
BEYOND MY EXPERTISE
Ini bahasa asing yang belum pernah aku dengar. Ada yang sudah fasih bahasa ini kah? Mohon bantuan diterjemahin pertanyaan ini. 3 terjemahan yang bener dapat hadiah 10 jenis benih heirloom.
Terimakasih! 🙏
@gembok_maling sama @tosa_silvia dilarang nimbrung.
HOMEMADE BODY LOTION
Karena ternyata body lotion ku emang bener-bener dah habis bis bis, yo wis aku bikin aja sedikit.
Karena kulitku kering, body lotion yang aku bikin mengandung lebih banyak air dibandingkan lemak. Fungsi lemak disini untuk memberikan lapisan diatas kulit supaya air yg sudah terserap tidak mudah menguap baik oleh panas badanku sendiri (karena aku tuh punya "getih pitik") atau panas dari luar.
Ini batch paling kecil aku dapat 300gr lotion. Cukup untuk 4 bulan kedepan untuk semua penghuni Omah Lor.
Pakai skincare tapi kulit masih teriak-teriak? Kemungkinan skincare itu ga cocok untuk kamu. Nah alasan itu yang sering digunakan produsen skincare kalau ada customernya yang bermasalah dengan produk yang mereka jual.
Memang akhirnya pemahaman atas jenis kulit sebelum memutuskan menggunakan skincare jadi penting.
Lebih penting lagi, kita harus paham bahan-bahan apa saja yang digunakan di dalamnya. Makanya kami di Omah Lor selalu meracik skin care kami sendiri.
Nah kebetulan Omah Lor lagi kehabisan stok skincare nih. Jadi kami akan membuat skincare untuk digunakan bersama di Omah Lor. Bahan yang digunakan adalah bahan-bahan alami yang aman bagi kulit.
Skincare yang akan dibikin khusus untuk KULIT KERING karena kondisi alam di Omah Lor bakalan sangat kering di musim kemarau ini.
Sekalian restok, kami membuka pintu untuk teman-teman ikutan belajar bikin skincare. Sstt... kalian boleh bawa pulang skincare hasil workshopnya lho.
Yuk buruan daftar!
Terbatas hanya 5 orang saja!
Info pendaftaran 0813-2993-4041
illustrated by @theworldsof_er
FORUM PEREMPUAN PERDAMAIAN
Workshop tentang kebun pangan berkelanjutan kali ini sangat spesial bagiku. Alasan pertama adalah ini untuk pertama kalinya aku bekerjasama dengan @rubykholifah bersama @amanindonesia nya. Sahabatku ini memang sudah sangat fokus di issue-issue perempuan sejak jaman kuliah. Ngapain aku waktu Ruby sudah mulai fokus? Galau tentunya seperti kebanyakan anak muda di usia awal 20 hehehehe.
Alasan kedua karena aku sekamar dengan dua perempuan hebat: @nissa_wargadipura dan @masnuah.4774 . Ternyata sekamar dengan mereka asik banget karena kita bisa saling peluk dan bercerita melepas lelah dan beban. Saling curhat dan sedikit berghibah soal pemerintah, NGO dan gerakan.
Alasan ketiga adalah diberi kesempatan bertemu dengan begitu banyak nya perempuan-perempuan kuat dan luar biasa anggota dari Sekolah Perempuan Perdamaian nya AMAN Indonesia.
I truly am humbled and grateful to be among such inspiring souls.
Looking forward to meeting you all again and listen to your works and get inspired.
*A very late post from end of March.
#ForumPerempuanPerdamaian2026
#SheBuildsPeace
#SekolahPerempuanPerdamaian
#AMANIndonesia
Hari ke-3 belajar kebun pangan perempuan bersama kak Dwi founder Omah Lor.
tentang tanah, dan tentang cara mencintai tanah dengan benar.
Di saat banyak orang sibuk menuntut tanah untuk memberi lebih,
beta justru diingatkan untuk berhenti sejenak dan bertanya
apa yang sudah beta berikan kepada tanah?
Karena hari ini, terlalu banyak yang memperlakukan tanah tanpa hati.
Dijual saat butuh uang.
Digali tanpa batas.
Disemprot racun agar cepat panen.
Semua ingin hasil cepat,
tapi tidak mau sabar merawat.
Semua ingin untung,
tapi tidak mau menjaga.
Kita tahu bahwa tanah itu hidup…
tapi kita tetap memilih untuk tidak peduli.
Dalam pelatihan ini, beta belajar hal yang sederhana tapi dalam.
Beta sadar, selama ini beta juga salah.
Menuntut tanah memberi hasil yang banyak,
tapi tidak pernah berpikir
makanan apa yang sudah beta berikan kembali?
kontribusi apa yang sudah beta lakukan,
hingga beta ingin menerima kelimpahan?
Sadar atau tidak, mungkin kita semua pernah melakukan itu.
Saat tanah mulai lelah,
kita malah memaksa dengan berbagai cara
agar tanah tetap memberi.
Pernahkah kita berpikir…
bahwa tanah juga butuh “makan”?
butuh dirawat? dijaga?
Dari proses ini beta belajar bahwa berkebun bukan sekadar menanam,
tapi tentang rasa dan tanggung jawab.
Kebun pangan perempuan mengajarkan beta untuk merawat,
memberi makan tanah, bukan meracuni.
Menjaga, bukan menghabiskan.
Ini bukan sekadar berkebun.
Ini adalah sikap.
Sebuah pilihan
apakah kita mau terus menjadi bagian dari kerusakan,
atau mulai menjadi bagian dari pemulihan.
Karena jika kita terus merusak tanah hari ini,
yang hilang bukan hanya kesuburan…
tapi juga masa depan yang seharusnya kita jaga.
Dan mungkin, perubahan itu memang harus dimulai dari hal kecil
dari tangan perempuan, dari kebun sederhana,
dari hati yang masih mau peduli.
Terima kasih kak Dwi sudah menyadarkan saya tentang pentingnya menjaga ekosistem tanah
LELUHUR DAN TANAH
Seperti di Jawa, ternyata di Timor aku juga mengalami upacara adat untuk meminta ijin leluhur mengolah tanah. Sebagai pemilik dan anggota komunitas baru, wajib meminta ijin leluhur dengan melakukan upacara adat dimana para tetua akan menyampaikan kepada leluhur niat kami terhadap tanah yang akan digarap.
Jawaban leluhur akan dibacakan oleh tetua dari jeroan babi yang disembelih. Kabar baik ternyata niat kami didukung oleh leluhur dengan upacara yang lancar dan tidak ada denda.
Semoga niat baik kami dilancarkan.
Apabila tulisan saya ada yang kurang pas, mohon Mama @ninapurwiyantini_ perbaiki supaya pas.
Rahayu rahayu rahayu
🙏🙏🙏
Beragam kesan bagi tiap orang yang tinggal bersama-sama di Omah Lor, baik dalam waktu yang singkat atau pun lama.
Apapun kesannya, selalu ada pelajaran dari manusia, binatang, tanaman, tumbuhan, dan segala yang ditemui dan dialami di Omah Lor