// Sumatera Bersatu: Filosofi yang Bergerak
(5/6) GERAK KECIL, DAMPAK NYATA
Tahu konsep radio FM? Di dalam studio, mungkin hanya ada 2 penyiar, 1 orang operator, dan 1 produser. Tapi efek siarannya? Maksimal radius 60-100 km. Dari ruang kecil, amplifikasinya bisa sangat luas.
Nah, bagaimana bila konsep itu diterapkan di Sumatera Bersatu, dengan membuat sumbangan konten bagi sebuah kota, dan bisa dilihat se-Indonesia?
Inilah yang menjadi sumber gagasan Sumatera Bersatu di Kabupaten Samosir, yang sebagian besar wilayahnya berada di Pulau Samosir yang terletak di tengah Danau Toba. Tapi seringkali rakyat Indonesia hanya ingat Danau Toba. Padahal Kabupaten Samosir punya Tano Ponggol, jembatan yang menghubungkan Pulau Samosir dengan daratan Sumatera (Tele, Pangururan), dan kini menjadi ikon wisata baru.
Lantas sedikit di ujung jembatan, berdiri megah Gereja HKBP Pangururan. Gereja ikonik ini cukup mencolok dan sering menjadi latar foto karena posisinya yang dekat dengan akses jembatan serta panorama Danau Toba.
Di 2 titik inilah kami meminta izin untuk menjadikannya spot untuk drift show dimana mobil dan drivernya
@boswow adalah professional performer. Melalui drift show ini, segmen otomotif Indonesia setidaknya mengetahui bahwa ada 2 bangunan indah di Kabupaten Samosir.
Belum lagi ada desa adat Batak (Tomok, Ambarita), Ulos Batak dan tenun tradisional sebagai souvenir khas Batak, bahkan kopi, ikan nila, dan rempah khas Batak yaitu Andaliman kami beli juga untuk oleh-oleh keluarga di rumah.
Dari konsumsi lokal, eksposur destinasi, hingga transfer wawasan modifikasi dan safety. Ternyata…, dengan Sumatera Bersatu kami semakin tahu betapa indahnya Indonesia!
Akan tetapi, yang membekas adalah seluruh peserta Sumatera Bersatu dengan kompak membelikan 2 unit kursi roda bagi ananda tercinta di Samosir yang kesulitan berjalan.
Donasi ini akan selalu menjadi ciri khas charity Sumatera Bersatu di kemudian hari.
#DeepEnd #SumateraBersatu #ConnectingTheCultures #RoadTrip #BiarGakApaKaliDiToba