Bob Edrian

@bobedrian

Followers
3,838
Following
3,105
Account Insight
Score
30.82%
Index
Health Rate
%
Users Ratio
1:1
Weeks posts
Senang bisa terlibat dalam penerbitan buku kumpulan tulisan The @bloomsburypublishing Handbook of Sound Art. Buku ini akhirnya bisa diakses mulai bulan ini. Proses penulisan dan penyuntingan berlangsung sejak pertengahan tahun 2018. Proses yang lumayan panjang untuk bisa menyampaikan perkembangan sound art di Indonesia, khususnya di Kota Bandung. Tentunya masih banyak yang belum tersampaikan (membahas sound art di Indonesia hanya dalam tulisan sebanyak 4000-an kata), tetapi besar harapanku agar tulisan (dan buku) ini bisa memicu ragam pembacaan lainnya. Thank you @sannekroghgroth and @mediumflow , such an honor for me being a part of this book. Also big big credits for @dnovak09 , this opportunity will not be realized without your recommendation. #handbookofsoundart #bloomsbury #soundart #senibunyi
356 44
6 years ago
Such an honor to be recognized as one of 40 individuals and collectives contributing to the development of art in the Asia Pacific region. Thank you!!! 😻🫶🏻 “Apollo is thrilled to present this year’s Apollo 40 Under 40 list, the ninth edition of the project and the first to focus on the Asia Pacific region since 2016. Much has changed over the last six years – the region is attracting increasing international attention as new art fairs bolster an alreadythriving gallery and museum scene. The 40 individuals and collectives celebrated here, all under the age of 40, are shaping the future of art, transforming how it is made, experienced, bought and sold in both local and global contexts. With this year’s Apollo 40 Under 40 Asia Pacific, we are thrilled to celebrate 40 individuals and collectives, each under the age of 40, who are transforming how art is made, analysed, exhibited, bought and sold, from Seoul to Singapore to Siem Reap. Experts across the world provided a longlist of nominations, from which the 40 winners were selected by a panel of distinguished judges with broad and deep knowledge of art-making across the region: artist Lee Bul; Tony Ellwood, director of the National Gallery of Victoria; the acclaimed curators Shihoko Iida, Daehyung Lee and Carol Yinghua Lu; and director of Museum MACAN Aaron Seeto. We are hugely grateful to them for their time and expertise.” #apollo40under40 #sobatkesenian @apollomagazine
468 68
3 years ago
An unexpected beginning, and the greatest gift last year could offer. Happy 38th Birthday, husband. Never imagined finding a love like yours. Here is to a lifetime of health, steps taken together, and endless love. Don’t fear the future; I’m right here beside you, holding your hand and supporting you through thick and thin ♥️
0 14
3 days ago
Museum archives 🙇🏻‍♀️
100 2
26 days ago
6-2-26 Maka dimulailah janji itu… Untuk selalu hadir, untuk selalu berbagi, dan untuk saling menjaga… selamanya.
692 142
3 months ago
Tiny joys <3
228 2
4 months ago
Fino alla fine.
680 156
5 months ago
📍12/1 14:00-15:30 Yasuaki Kakehi Lab. / xlab UTokyo @xlab_utokyo We'll welcome Bob Edrian @bobedrian Indonesian intermedia art curator to give a talk and exchange ideas with xlab at Tokyo University! Please register and join! Free Entrance✨ 筧 康明 先生 @yasuakikakehi xlabにてインドネシアから大活躍中のインターメディアアートキュレーターBob Edrianを招きトークを実施します。ステラークラボ共同企画です。 ソフトロボティクスや新たなマテリアル開発に取り組むサイエンスラボとインドネシアという社会文化文脈のなかで捉える"メディア" "テクノロジー" に再解釈を与えるキュレーター間の交流、ディスカッションがとても楽しみです!Exciting⚡️ Bobは以前にステラークも参加した、ジャカルタで開催されたメディアアートフェスティバル"instrumenta"のキュレーターも務めました。是非出会いにいらしてください! Peatix登録は以下より。 ▽ Registration 🔗 /
162 2
5 months ago
Di balik padatnya kalender pameran, dua acara ini sering disangka serupa: art fair dan biennale. Padahal orientasinya jauh berbeda. Kurator Bob Adrian menjelaskan perbedaannya secara sederhana. Art fair adalah pameran seni berbasis pasar. Galeri jadi aktor utama, masing-masing membuka booth untuk menampilkan karya seniman yang mereka wakili. Tujuannya jelas: transaksi, membangun relasi dengan kolektor, dan menjaga perputaran ekonomi seni. Formatnya singkat, intens, dan penuh lalu lintas pengunjung. Semacam “pasar seni versi premium.” Biennale berjalan dengan logika berbeda. Ia digerakkan oleh tema dan kuratorial, digelar dua tahun sekali, dan fokusnya bukan jual-beli, melainkan wacana. Mulai dari isu sosial, politik, budaya, sampai eksperimen artistik. Prosesnya panjang, melibatkan seniman lintas negara, dan menyajikan karya yang mengajak penonton berpikir, bukan belanja. Lebih seperti laboratorium gagasan berskala publik. Dari art fair sampai biennale, masing-masing punya perannya dalam ekosistem seni: yang satu menggerakkan pasar, yang satu menggerakkan percakapan. Informasi secukupnya, tanpa jadi pamer teori. #Artfair #Biennale #BiennaleJogja18 #Artopologi
1,004 6
5 months ago
Dalam vlog ini, Bob Edrian, Kurator FKSM 2025 membagikan pengalaman kuratorialnya tentang tajuk “Rentang Lawang” sebagai respons dari banyaknya pertemuan budaya di Cirebon. “Lawang” dalam pengertian ini bukan hanya perihal unsur arsitektural, melainkan portal menuju keragaman budaya yang ada di Cirebon itu sendiri. Sampai jumpa, 17-23 November 2025 di Pelabuhan! —— Festival Komunitas Seni Media (FKSM) diselenggarakan oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Direktorat Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, Direktorat Pengembangan Budaya Digital, bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Cirebon.  #FKSM2025Cirebon #RentangLawang #SeniMedia #Cirebon
358 8
6 months ago
Biennale Jogja 2025 membawa praktik artistik kembali ke tanah, ke desa, ke kehidupan sehari-hari. Lewat KAWRUH: Tanah Lelaku, para seniman bekerja lintas disiplin dan berkolaborasi langsung dengan warga — menjadikan pameran bukan sekadar tontonan, tapi pertemuan. Simak paparan Bob Adrian, Kurator Biennale Jogja 18 dan Direktur Biennale Alia Swastika di atas dan ceritakan pengalamanmu mengunjungi 12 titik pameran Biennale Jogja 2025. #BiennaleJogja18 #Kawruh #TanahLelaku #YayasanBiennaleYogyakarta #Artopologi
593 2
6 months ago
Sebuah pertanyaan tentang apa yang terjadi dalam isi kepala seorang seniman pemegang kamera, barangkali sama rumitnya dengan cara kerja pantulan cahaya sebelum imaji terwujud menjadi karya cetak fotografi. Pemikiran ini membawa Ikmal Awfar (@ikmalawfar @thestudiobyikmalawfar ) pada presentasi tunggal bertajuk SELF, yang dikurasi oleh Bob Edrian (@bobedrian ). SELF merupakan rangkaian visual yang menelusuri tiga bagian perjalanan reflektif. The Marks merepresentasikan tanda lahir sebagai penanda sekaligus ingatan atas keberadaan manusia melalui delapan karya cetak. The Scars menyoroti luka fisik sebagai wujud pengalaman hidup—cerminan atas kehendak dan perjalanan manusia yang meninggalkan jejak. Sementara The Eye memosisikan pandangan kamera sebagai poros penelusuran diri, di mana fragmen cermin menggambarkan riuhnya pikiran dan perasaan di dalam diri. Keseluruhan karya dalam SELF menjadi ruang refleksi yang menggugah, mengajak pengunjung untuk menatap dan mengenali dirinya sendiri. 📅 26 Oktober – 7 November 2025 📍 Lantai 2, Plaza Bisnis Kemang, Jakarta | @plazbiz.kemang — [📸: dok. Athirah Nurfilzah] #IkmalAwfar #ExhibitionJakarta #JurnalKINTAKA #KINTAKA #KINTAKAmp4
0 4
6 months ago