Anugerah Jurnalisme Warga (AJW) 2026
Olimpiade Jurnalis Muda Indonesia "Anti Represi-represi Klub"
Mengundang anak muda seluruh Indonesia untuk menikmati pengalaman olimpiade pertama untuk jurnalis muda. Total hadiah Rp 30 juta+plakat+sertifikat dan undangan ke Bali.
Tautan pendaftaran:
s.id/AJW2026
hingga 8 Maret 2026
Informasi lebih lanjut:
[email protected]
Sekar (0878-2083-5569)
Kolaborator: @aji.indonesia@persakademika@madyapadma
#lomba #lombamenulis #lombajurnalistik #olimpiade
Dari cafe atau glamping, danau Batur memang terlihat tenang dan asri. Namun bergejolak dengan berbagai ancaman di dalamnya.
Liputan ini berkolaborasi dengan @mongabayindonesia
Olimpiade Jurnalis Muda Indonesia #anugerahjurnalismewarga2026: liputan on the spot, harus selesai hari itu juga kali ini dari anak-anak muda Medan yang menelusuri keberlanjutan transportasi publik di kotanya dan pers pelajar dari Denpasar yang meliput desa-desa krisis air di Bali serta solusinya.
Seperti Desa Sandan di Tabanan yang dulu gersang, warga beli air lalu merintis hutan bambu yang menyimpan cadangan air hujan.
Didampingi mentor dari AJI kota @aji.indonesia
Kalau analisis sosial kita gak body to body alias orang ke orang apa yang perlu dirayakan? Munculah negeri makin oligarki makin happy. Bahagia penuh kuasa di atas derita orang lain.
Tidak semua desa punya kebutuhan sama dalam pengelolaan sampah. Seperti Desa Peliatan ini yang memilih sejuta biopori untuk materi organik dan kerja sama pemulung. Ada juga Padangtegal yang membuat rumah kompos dengan syarat semua warga memilah.
Sedangkan Cemenggoan pilih sumur komposting atau teba modern.
Namun yang harus disediakan pemerintah adalah infrastruktur dan anggaran untuk inisiatif desa. Misal tempat pemrosesan akhir residu harus ada dan mudah diakses, bantuan armada angkut, dan edukasi terus menerus soal pemilahan.
Bioetanol adalah bahan bakar nabati. Misal dari tebu dan sawit, dua komoditas yang bukan bahan pangan utama warga setempat. Walau lokasi film jauh dari rumahmu, tapi praktik eksploitasi alam dan budaya lokal mirip-mirip lah.
Ulasan film dari Dony Wijaya.