Ga dis trobel makker masuk pondok pesantren? St re ss masuk pesantren? No! Go da in Gus Tampan? Yess!
Spoiler bab premium
Setelah hari pertemuan keluarga yang menyes akkan itu, suasana di Pesantren Al-Hidayah terasa berbeda bagi Hana.
Ia tak lagi banyak bicara, lebih sering menunduk, dan menghabiskan waktunya di pojok perpustakaan—bukan untuk belajar, melainkan untuk bersembunyi dari tatapan kasihan para santriwati lain.
Namun, ketenangan itu tidak berlangsung lama. Sebuah kegem p aran baru muncul di asrama putra dengan kedatangan seorang santri kiriman dari relasi bisnis Kyai Ahmad di Surabaya.
Namanya Rian. Ia datang dengan gaya yang "Hana banget": kemeja flanel yang kancingnya dibiarkan terbuka satu di atas, ra mbut yang sedikit terlalu panjang untuk ukuran santri, dan senyum miring yang menan tang aturan.
Baru dua hari di sana, Rian sudah mendapat tiga kali tegu ran karena membawa pemutar musik dan mero kok di balik gudang.
Sore itu, di dekat gazebo belakang yang berbatasan dengan area santri putri, Hana sedang duduk termenung menatap kolam ikan. Tiba-tiba, sebuah kerikil kecil ja tuh tepat di depan ka kinya.
"Woy, beng ong aja. Entar kesur upan penghuni kolam, lho," sebuah suara maskulin yang terdengar santai mengeju tkannya.
Hana menoleh dan menemukan seorang pemuda berdiri di balik pagar pembatas kayu, menyeringai lebar.
"Siapa lo? A nak baru?" Tanya Hana kes al karena keasikannya diganggu oleh bo cah te ngil itu.
"Rian. An ak b ua ngan juga, kayaknya kita satu nasib," jawab Rian sambil melom pat duduk di atas pagar, menga baikan papan pengumuman 'Dilar ang Duduk di Pagar'.
"Gue udah denger repu tasi lo, Hana. Sang legenda yang berani nyos or Gus Afnan. Keren juga ny ali lo." Ucapnya penuh kebanggaan.
Hana mende ngus, namun entah kenapa, kehadiran Rian yang ur a kan membuatnya merasa sedikit nyaman. Tidak ada tekanan untuk menjadi suci, tidak ada tatapan menghakimi.
"Gak usah dibahas. Itu kesalahan terbesar dalam hidup gue." Ucapnya penuh se sal.
Ini hanya cuplikan ya guys, baca selengkapnya di KBM app, sudah tamat
Judul: Cintai Aku Gus Tampan
Penulis: Geni Jora
Untuk membayar u tang orang tuaku, aku rela menjalani perni kahan kontrak dengan seorang CEO dingin dan menyebalkan. Tapi setelah perni kahan kami berlangsung beberapa bulan, aku dan CEO itu ....
Spoiler bab 11. Penyesalan Anjas
Anjas di liputi rasa bersalah, karena tiba-tiba ada perasaan ragu dengan cerita Mila. Ada perasaan menyesal tidak membiarkan Raina bicara untuk menjelaskan. Bahkan ada penyesalan di hati Anjas karena telah mengusir istrinya itu dalam keadaan berbadan dua.
“Raina...apa yang sebenarnya terjadi? Aku tidak ingin kita berpisah, aku ingin kamu tetap di sini. Rai ...coba jujur anak siapa itu...anak aku kan?”
“Anjas ...ya Tuhan...kebiasaan!” pekik Bu Marwah sambil menepuk pipi anaknya kesal.
Anjas selalu saja melampiaskan sakit hatinya pada minum-minuman beralkohol yang memabukkan.
“Raina...” Anjas memeluk Bu Marwah
“Lepas Anjas...!” Bu Marwah menampar pipi anaknya dengan keras hingga Anjas melepaskan pelukannya. Bau alkohol yang membuat kepala perempuan setengah baya itu pusing kemudian menjauh.
“Raina...katakan itu anakku, kan? Anakku...”
ISTRI SETENGAH MILIAR by Dewi Lenggogeni
(Tamat di KBM app)
Dari sebuah trauma, jadi sebuah kisah. Kalian bisa baca di aplikasi KBM atau bisa melalui web, lalu ketik judul cerita ini.
Cerita ini penuh air mata dan menguras emosi, jangan lupa tinggalkan komentar kalian di kolom komentar.
Viral! Diusir karena dianggap man dul, malam ini aku kehilangan ru mah dan su ami—hingga satu rahasia membuat mereka menyesal, tapi sudah terlambat…
🔥 ━━━━━━━━ ✦ ━━━━━━━━ 🔥
Bab 3A Pria Nyebelin
"Papa? Bukannya Papa baru pulang besok?" tanya Althaf.
Ketiga remaja itu berdiri tegang. Arkana menatap Arleana dingin, membuat udara terasa menekan.
“Aku tidak bertanya siapa yang membawanya! Aku bertanya, siapa perempuan ko-tor ini dan kenapa dia di rumahku?”
Deg. Hati Arleana terhantam.
“Dia kehujanan, hampir terta-brak,” ujar Althair.
“Jalanan memang tempat orang tanpa arah,” sindir Arkana.
Ia mendekat. Menilai.
“Berapa?”
Arleana bingung. Arkana melempar U-ang.
“Ambil. Lalu pergi.”
Arleana diam. Lalu menatap tajam.
“U-ang itu tidak cukup.”
“Oh? Mau lebih?” ejeknya.
“Itu tidak cukup untuk membeli Har-ga Di-ri saya.”
Hening.
“Saya memang ko-tor. Tapi saya masih punya martabat.”
Rahang Arkana mengeras.
“Ibu… sudah…” bisik Altharo.
“Kalau saya tidak pantas, saya pergi.”
“Berhenti.”
Arleana diam.
“Siapa yang izinkanmu pergi?”
“Bukannya Tuan menyuruh?”
“Duduk.”
Arleana kembali duduk.
“Obati Lu-ka-nya. Tempatkan di kamar tamu.”
Pelayan bergerak cepat.
“Hanya malam ini. Besok aku tidak mau melihat dia lagi.”
Arkana pergi.
Arleana terduduk, menahan air mata.
“Ibu tidak apa-apa?”
“Aku… baik-baik saja…”
“Ibu tidak perlu pura-pura kuat di sini,” ucap Altharo.
“Aku cuma tidak terbiasa diperlakukan seperti ini…”
---
Judul : DiTa-lak Tiga Sua-mi, Dinikahin Duda (Tiga Hati Memilih Ibu)
Penulis: AnnisaSyafira02
Platform: KBM APP
Status: on Going
#Romansa #Drama #KBM #TalakTiga #CeritaSedih
Aryan lelah.
Fisik dan mentalnya dihajar hingga babak belur. Takdir seolah mengajaknya bercanda di titik nadir. Pemuda itu benar-benar merasa bagai pecundang kala menyadari dirinya tak lebih dari sekadar tamu tak diundang pada acara lamaran Anya di kampung halamannya.
Perih hati Aryan mengenang gadis itu beberapa waktu lalu masih duduk di majelis yang sama menjalani proses ta'aruf dengannya. Namun kini, di pelaminan cantik bertabur bunga nan harum warna warni dia duduk di samping lelaki asing di mata Aryan mengenakan busana couple modern nan elegan. Lelaki tampan bertubuh atletis yang disebut-sebut sebagai mantan terindah Anya semasa di bangku sekolahnya itu tak hanya berhasil dalam mengumpulkan pundi-pundi kekayaan dengan kepiawaiannya mengelola harta warisan, tapi juga sukses menaklukkan hati Anya dan keluarganya yang begitu silau dengan banyaknya hadiah-hadiah yang dibawa sebagai hantaran pada malam yang berbahagia tersebut.
Hadiah.
Bagai menelan kerikil di tenggorokan, air liur yang direguk Aryan terasa begitu tajam menusuk leher kala ia tersadar, ia datang nyaris dengan tangan kosong kala mendatangi kediaman gadis pujaan hatinya itu.
Hanya dua kaleng biskuit mahal yang sempat ia beli dan sepasang sarung merk ternama yang rencananya akan dihadiahkan pada kedua orang tua Anya yang semestinya menjadi calon mertua sang pemuda .
"Wah, ada iphong juga, pas banget menggantikan ponsel Anya yang katanya sudah jadul itu, " seru salah seorang sepupu Anya dengan mata berbinar.
"Itu yang di sana bukannya BPKB mobil baru yang sudah terparkir di halaman rumah Anya sejak kemarin sore?" sahut salah seorang tetangga.
"Benar! Ada beberapa kotak perhiasan dan berkantong-kantong baju juga tas branded yang kalau tidak salah memang dari merk yang diidam-idamkan Anya selama ini."
Selengkapnya di KBMApp
Judul: JODOH JALUR ZONASI
By. Edyt Rifa'i
Spoiler Bab 22 Part 1
#kbmapp
#novelromansa
#romancereligi
#fyp
“Dingin.”
Ubin lantai di Pesantren Gasek Sabilurrosyad Malang ini seolah memiliki lid4h es yang menjil4t p0ri-p0ri kvlit Kafa. Dia meringkvk, memelvk lutvtnya erat-erat di svdut kamar yang temaram. Di depannya, sebuah raket biru bersandar bisu di dinding lemari kayu yang catnya mulai mengelup4s.
Raket itu bukan sekadar alat olahraga, itu adalah "j4ngkar" yang menahannya agar tidak h4nyut dal4m arvs rindu yang der4s menuju Jember.
Cek ademe... (Kok dingin sekali...), batin Kafa. Lid4hnya masih k4ku. Jember masih tertinggal di ujvng lid4hnya, sementara Malang menuntutnya untuk segera fasih dalam diam. Malang bukan hanya tentang suhu yang menggigit tvlang, tapi tentang kedisiplinan yang memangkas manja.
Kafa memejamkan mata. Seketika, dinding pondok pesantren yang pengap itu memudar. Ingatannya meles4t mundur, menembvs kabut waktu, kembali ke sebuah pagi setengah siang di ndalem yang tedvh di sudut Jember beberapa tahun sil4m.
"Ayo, Fa. Masuknya pelan-pelan. Andap asor," bisik Ayah Sunarto sambil membetulkan letak peci Kafa yang miring.
Kafa, bocah yang biasanya kurang lincah mengejar shuttlecock di lapangan MIN 6, mendadak tambah membekv. Di hadapannya, dudvk seorang lelaki sepvh dengan wibawa yang tak bisa dilukiskan kata-kata.
Dr. KH. Marzuqi Mustamar, M. Ag. Sosok yang bagi Kafa adalah samudera ilmu. Beliau adalah Abah Yai bagi bundanya kala tahun 2003 sampai 2007 silam saat menempuh studi S1 di UIN. Pagi setengah siang itu, beliau mengenakan kemeja batik dan kopiah hitam.
Namun, yang paling membekas di ingatan Kafa bukan hanya penampilannya, melainkan aroma dan sambut santun yang meluluhkan rasa takut.
Harum parfum khas Kyai campuran kayu cendana dan kasturi yang menenangkan memenuhi ruangan. Wangi itu seolah-olah adalah udara surga yang bocor ke bumi, semerbak laksana kedetailan beliau menjabarkan isi kitab.
"Niki putrane, Mas?" suara Abah Marzuqi terdengar serak-serak basah, namun berwibawa.
Go going sepesial Ramadhan, di KBM app...
Judul : Santri Dlodok
Napen / username : Hida Lutfi / Sunar_to
#Novel #HidaLutfi #SabilurrosyadGasek #Spesga #SantriDlodok
Bab 5
"Ada apa bu? Gabisa apa pelan-pelan kalau ketok pintu?" Ucapku yang tidak suka, bertamu kok seperti mau mena gih hu tang yang sudah lewat jatuh tempo.
"Takut kamu ga denger. Udah gausah basa-basi, ibu kesini mau pinjam mobil suami kamu, anak-anak kak Hanum pengen jalan-jalan katanya, nanti biar dibawa sama si Andre mobilnya. Mana sini kunci mobilnya!" Ucap ibu yang dengan enteng, meminjam mobil seperti meminjam panci. Andre adalah nama suami kak Hanum. Jangankan mobil, motor pun aku ragu meminjamkannya.
"Gabisa bu, aku habis maghrib mau pergi sama mas Awan, kita mau cari makan sambil jalan-jalan, aku gamau kehujanan pulang malam." Ucapku langsung meno lak keinginan ibu.
"Bela ga banget pake makan diluar, bukannya masak ini dirumah." Ucap ibuku dengan ke tus.
"Ibu ga inget masakan aku dibawa ka bur sama kak Hanum buat isi perut anak-anak dan suaminya, ga akan ber kah itu bu makanan dapet men cu ri." Ucapku yang ke sal karena sikap ibu.
"Jangan jadi anak ku rang a jar ya kamu An, mau kamu jadi anak dur ha ka? Syurga kamu ada di telapak kaki ibu." Ucapnya yang selalu mengungkit syurgaku ada ditelapak kakinya.
"Bu, syurgaku memang ada di telapak kaki ibu, tapi setelah aku menikah, syurgaku ada pada suamiku. Kalau ibu meng ha ram kan pintu syurga untukku, mungkin Allah akan berbaik hati untuk memasukkanku ke dalam pintu syurga, melalui taat pada suamiku. Aku sa bar juga ada batasnya bu. Kurang berbakti apa aku sama ibu dibandingkan anak kesayangan ibu itu? Dari sebelum aku menikah, aku kerja untuk ibu, uang bulanan aku kasih buat ibu, kebutuhan rumah aku yang belanja juga, beres-beres rumah juga aku yang kerjain. Kurang berbakti gimana aku sama ibu?" Aku tak bisa lagi menahan rasa ke sal ku, setiap hari ada saja yang harus di ri but kan. Dan setiap hari entah kak hanum atau suaminya itu selalu ada saja gebrakannya.
Bersambung..
Baca kisah selengkapnya hanya di KBMapp..
Judul : Syurga yang lain
Penulis : Putri krida
Status : sudah tamat.