Duapuluhduasatu
Kembang api, jagung yang tersusun rapi, orang-orang sepi; mereka menyambut perayaan dengan penuh api
Kalau boleh, tiap-tiap biji jagung dijadikannya gerombolan kelap-kelip pengganti bintang yang meleleh
Malam itu penuh arti bagi mereka yang merayu juga meraya
Malam itu mati bagi mereka yang beraga berisi ragu
Ia hidup tapi mati
Ia redup penuh empati
Duapuluhduasatu datang menenteng ikatan-ikatan harapan yang dibungkus cinta
Ikatan itu lepas, semua bergelayut di pinggir kelopak mata
Tak ada yang lebih abu dari duapuluhduasatu
Ditinggalnya harap-harap yang kerap merayap
Ditusuknya dengan pisau yang nampak begitu risau
Tanpa jiwa, ia terus mencoba terbang dengan sadar tanpa sayap
Tidak ada nyap-nyap dalam hati berupa harap untuk duapuluhduadua
Tidak ada ratap penuh arti tuk bersiap menyambut kepala dua
.
-Asmara. Desember, 2021