Pena Seni Murni - Kali ini Bagian Kempat dan terakhir Ulasan MTN Lab Denpasar @ashleshaabarde pada teman sejawatnya @kitimuliadewii@aripucank yang berkolaborasi dengan @helmiyusron_@69.fydy@nuraisahadnani āØ
Karya ini merupakan satu-satunya yang kolaboratif lho! Pameran ini diadakan oleh @guratinstitute dan MTN Kemenkebud Desember-Januari lalu yang diikuti beberapa teman-teman mahasiswa Prodi Seni Murni ISI Bali šš¼
Yuk, dibaca untuk menambah wawasan seni kontemporer Bali terkini dari Prodi Seni Murni ISI Bali!
Pantau ya bagian-bagian selanjutnya!
#penasenimurni #senimurniisibali
-Stencil Day-
12.04.26
.
Proses potong pola untuk karya stensil "Bunganya Untukmu"
.
Support: @tokekopiseni
.
.
.
.
.
.
.
*Sebenarnya ini ga penting-penting banget, tapi upload aja deh biar ga rugi-rugi banget bikin Timelapse (btw ide buat Timelapsenya dari @yurisonsuryantara ) š¤š
-BUNTU-
Sebuah foto dokumentasi pribadi yang saya ambil di sebuah gang ketika saya sedang berjalan-jalan menyusuri Kota Denpasar, menarik bagi saya ketika ada sebuah papan kecil bertuliskan āBUNTUā sebagai penanda jalan yang tidak memiliki akses lanjutan.
Menarik bagi saya karena kata āBuntuā akhir-akhir ini sering saya dengar bukan dalam konteks informasi sebuah ruang fisik, namun kata "BUNTU" tersebut sering saya dengar dalam konteks seseorang yang tidak menemukan jalan keluar dari masalah hidupnya sendiri atau mungkin bisa saja mendefinisikan seorang seniman yang sedang kehabisan ide dalam berkarya.Ā
Dalam hidup kita akan selalu mengalami ke ābuntuā an, tidak sebatas ruang fisik namun juga kebuntuan dalam berpikir atau buntu dalam mengambil keputusan. Papan penunjuk jalan terkadang tidak hanya sebatas media informasi namun bisa dimaknai sebagai pengingat untuk kita tentang apa yang akan kita lalui dalam perjalanan hidup. Seakan kita diberi pilihan, terus melanjutkan perjalanan meski kita tau jalan tersebut adalah ābuntuā, atau munglkin kita bisa memilih jalan yang lain.
POSTCARD WORKSHOP
Naivete Vagina ā Experimental: Structural Session
Sabtu, 28 FEBRUARI 2026 | 17.00ā19.00 WITA
Uma Seminyak
Registrasi via DM @breakingthechain_project
Perluasan dari performance lecture Naivete Vagina sebagai laboratorium untuk menguji bagaimana struktur memproduksi makna melalui intervensi material-partisipatoris.
Peserta membuat seri postcard (±10 à 15 cm, 300 gsm) melalui:
⢠Stencil ā @aripucank
⢠Kolase ā @sijahebiru
⢠Press Flower ā @siganesart
Kartu berputar setiap 30 menit. Tidak ada kepemilikan tunggal.
Mekanisme ini menguji:
⢠Otoritas
⢠Pergeseran kuasa
⢠Transformasi makna kolektif
āVaginaā dibaca sebagai simbol relasi kuasa. Posisi tidak stabil; struktur yang menentukan.
Artefak didokumentasikan sebagai bagian dari riset Lateral: Naivete Vagina.
#BreakingTheChain #Movement #Exhibition #Workshop #Bali