Met ultah @medysupusepa
Jangan sampe digigit zombie, digigit orang ky anjing, digigit lintah darat sama digigit temen sendiri.
✌️
DM yang mau tau prompt-nya
#aiart
#veo3
#googleveo3
#ai
#geminiveo3
Pameran World Press Photo merupakan agenda reguler paling ditunggu para praktisi dan pemerhati fotografi. Sabtu 10 Mei 2025 rasanya pameran foto tingkat dunia itu hadir di galeri Ruang Mes 56 Yogyakarta. Tapi bukan. Bukan pameran foto. Karena tidak ada fotonya. Meskipun kreatornya fotografer sekaligus jurnalis video mumpuni.
Sebagaimana World Press Photo karya yang dipajang begitu bercerita, dramatis dan emosional. Tapi karya-karya ini dihasilkan seratus persen dari generative AI. Maka si kreator pun berseloroh, dia memang tidak bikin foto, tapi imaji.
Kasan Kurdi si kreator yang berpengalaman sebagai jurnalis Associated Press serta aktivis Greenpeace menggelar pameran tunggal Postscript/Notabene “Manufactured Truth” dengan memanfaatkan dan mengoptimalkan teknologi AI untuk mengadopsi gaya visual fotografi jurnalistik, hingga batas antara realitas dan rekayasa jadi semakin tipis.
Kemampuan generative AI dalam menciptakan citra makhluk hidup semakin berkembang pesat. Gambar yang dihasilnya mampu menampilkan ekspresi dan gestur yang natural. Bahkan sanggup memahami konteks geografis, identitas budaya hingga latar sosial lewat deskripsi yang diberikan melalui prompt. Dan Kasan mengolahnya sebegitu detail, cermat dan telaten.
Saya yang berada di tengah pembukaan pameran ini tidak bisa menyingkirkan rasa khawatir, bahkan takut. Karya imaji yang dihasilkan dalam bingkai foto jurnalistik tampak begitu nyata, tapi faktanya nihil peristiwa. Kebenaran terasa samar dan sumir. Bisa jadi di masa depan rasa percaya dan empati akan susah didapat. Karena kepercayaan terhadap gambar sebagai bukti faktual kian rapuh. Dan AI adalah keniscayaan.
Shout out to @kasankurdi@ruangmes56