Beberapa hari lalu,
@antonwid23 , seorang kawan baik yang juga dikenal sebagai pengarsip musik handal nan tekun, membawa kaset EP pertama kami, Terdigitasi (2002). Kaset itu kemudian difoto dan isinya dioprek sehingga layak didengarkan di format digital oleh
@pakpokpakpok .
Saat itu personel Serversick adalah Deden (
@rahdiansyahoyi ,gitar), Coreng (
@studiopasarloak , vokal), Dani (
@black_minerva , gitar), Wisnu (
@wisnu_psylockee bass), dan Hadi (drum). Album ini direkam di Studio Nada Musika, Surabaya, pada Oktober 2002. Karena keterbatasan waktu dan energi (kalau biaya sudah tentu), kami ngebut. Satu shift (6 jam) berhasil menghasilkan lima lagu: “Tanah Pembuangan”, “Pilar”, “Luka Pendosa”, “Karam”, dan satu lagu yang tak masuk dalam EP ini.
Sama seperti banyak band bawah tanah, rekaman kami dibantu banyak orang. Dua di antaranya adalah adalah Sir Suga (
@sirsuga ) dan (Alm) Johan, dua personel Point Blank waktu itu. Suga membantu kami wara-wiri dari tempat menginap ke studio. Sedangkan Johan malah meminjamkan efek Boss Digital Delay DD2 yang digunakan Coreng untuk take vocal.
“Bahkan Johan ngebantu sampai setting,” kenang Deden.
Mixing dan mastering album ini ditangani oleh Mas Edi dari Nada Mustika. Supervisi mixing dan mastering ini dikerjakan Deden dan Dani, mereka harus bolak-balik Jember -Surabaya.
Ada banyak cerita terkait penggarapan album ini, termasuk ketika Al Mukarrom Ucok “AKA” Harahap datang berkunjung dan menyaksikan Hadi take drum. Yang ditonton tentu saja grogi bukan kepalang.
Tidak terasa sudah 24 tahun berlalu, dan dalam waktu dekat album penuh perdana kami akan rilis dalam format digital dan juga kaset. Selain itu, EP ini akan kami rilis juga ke DSP. Nantikan!