Silit Pitik (Negoro Koyo Telek)
Banyak yg luka di jalanan
Darah berceceran
Penguasa berbagi jabatan
Ganti peraturan
Silit pitik negoro koyo telek (2x)
Mambu (3x)
Demonstrasi mengubah sistem
Dilawan senapan
Kepala bocor mata perih
Mati ditembaki
Silit pitik negoro koyo telek
Silit pitik
Negoro (2x)
Telek (4x)
Silit! Pitik!
#NoiseBuzz
Menutup tahun 2025, ALTER\EGO kembali membuat kejutan dengan merilis single terbaru berjudul “Silit Pitik”. Rilisan ini hadir hanya berselang dua bulan setelah album penuh Reaksi Kimia dilepas pada Oktober 2025, menegaskan posisi ALTER\EGO sebagai salah satu band paling konsisten sekaligus “mitos” dari Jogja.
“Silit Pitik” ditulis secara spontan oleh Nova Abdillah (Artzex) sebagai respons langsung atas situasi sosial-politik yang memanas. Lagu ini menjadi karya pertama ALTER\EGO yang sepenuhnya menggunakan bahasa Jawa, terinspirasi dari pepatah Jawa lama yang relevan dengan kondisi hari ini. Secara lugas, “Silit Pitik” adalah ekspresi kemarahan dan kekecewaan rakyat terhadap penguasa yang korup, tidak kompeten, serta respons represif aparat terhadap suara protes masyarakat.
ALTER\EGO memilih menyuarakan keresahan ini secara singkat, padat, dan tanpa basa-basi sebuah lagu protes yang tidak menawarkan kompromi. “Tetaplah marah pada ketidakadilan, jangan lelah bersuara,” menjadi pesan utama yang ingin ditegaskan band ini.
Proses produksi “Silit Pitik” dilakukan dengan sangat cepat dan tanpa workshop. Draft mentah dari Artzex langsung dikembangkan bersama Agib Tanjung, Anshar Aziz, Bagoes Kresnawan, dan Elang Nuraga. Drum direkam di GAS Studio, sementara bass, gitar, dan vokal direkam di Neverland Studio dalam waktu singkat. Proses mixing dan mastering ditangani oleh Ardhani Leo, dengan artwork digarap oleh Wawa Kzk.
Dirilis pada 5 Desember 2025, “Silit Pitik” juga menjadi kado ulang tahun ke-15 ALTER\EGO sekaligus persembahan khusus untuk Egosentris, para pendukung setia mereka. Lagu ini kini telah tersedia di seluruh platform streaming digital.
@alteregoisme_ , band mitos dari Jogja yang kerap menghilang dan muncul bak fenomena, kembali menepati janjinya sebagai corong suara wong cilik yang lagi penat. Di usia ke-15, mereka tidak merayakannya dengan lagu cengeng melainkan dengan ‘Silit Pitik’ yang berarti ‘Pantat Ayam’, sebuah istilah jawa kuno yang keras, nyeleneh, dan sedikit tabu.
Lewat ‘Silit Pitik’, ALTER\EGO meneriakkan seruan atas buruknya kinerja pemerintah.
“Puncaknya adalah ketika warga protes ke jalan untuk perubahan, aparat malah bersikap represif. Ratusan orang luka-luka, bahkan belasan nyawa melayang,” ujar Artzex.
Dari semua rentetan peristiwa itu, maka wajarlah jika banyak warga masyarakat merasa makin muak terhadap kelakuan para pejabat negara. Dan ALTER\EGO merasa perlu mewakili keresahan ini melalui lagu protes dengan singkat, jelas, dan padat. Dalam konteks ini, lagu ini berfungsi sebagai pengingat sekaligus whistle blower agar pemerintah dapat memberikan solusi, bukan seperti kotoran bau yang keluar bebas dari pantat ayam seenaknya.
Simak ulasan seru lebih lanjut hanya di BVCKLESMIGGLE.COM atau klik link di bio 👾⚡️
Author : @andimuslihin
#bvcklesmigglemagz #bvcklesmigglemedia #alterego
ALTER\EGO merilis single terbaru berjudul "Silit Pitik" pada akhir tahun 2025, yang sekaligus menjadi lagu pertama mereka yang ditulis dalam bahasa Jawa. Lagu ini mewakili kemarahan dan kekecewaan masyarakat terhadap pemerintah yang dianggap tidak kompeten dalam mengelola negara. "Silit Pitik" lahir sebagai respons spontan terhadap kondisi sosial dan politik saat itu, di mana pemerintah dan aparat lebih sering menunjukkan sikap represif terhadap protes rakyat. Lagu ini, yang juga menjadi bagian dari perayaan 15 tahun perjalanan musik ALTER\EGO, terinspirasi dari pepatah Jawa kuno yang relevan untuk generasi sekarang.
Proses pembuatan lagu ini sangat cepat, bahkan tanpa workshop atau latihan terlebih dahulu. Lagu ini dimulai dengan draft mentah dari Nova Abdillah (Artzex) yang kemudian disempurnakan bersama Agib Tanjung, Anshar Aziz, Bagoes Kresnawan, dan Elang Nuraga. Proses rekaman dilakukan di dua studio berbeda, dengan drum direkam di GAS Studio pada bulan September 2025, sementara instrumen lainnya direkam di Neverland Studio pada Oktober 2025. Proses mixing dan mastering dilakukan oleh Ardhani Leo pada bulan November 2025.
"Silit Pitik" dirilis pada 5 Desember 2025 di berbagai platform musik digital. Lagu ini tidak hanya menjadi hadiah ulang tahun ke-15 bagi ALTER\EGO, tetapi juga sebagai bentuk penghargaan untuk Egosentris, penggemar setia mereka. Lagu ini menjadi salah satu karya protes yang singkat, jelas, dan padat yang menggambarkan rasa frustrasi masyarakat terhadap kondisi politik dan sosial saat itu.
ALTER\EGO, yang awalnya merupakan pecahan dari band grunge Jogja, ILLEGAL MOTIVES, telah aktif sejak 2010. Nama ALTER\EGO diambil untuk menggambarkan perubahan identitas musik Nova Abdillah dan Agib Tanjung setelah meninggalkan ILLEGAL MOTIVES. Sejak itu, ALTER\EGO telah mengeluarkan beberapa karya, termasuk mini album, single, dan album penuh. Lagu "Silit Pitik" dan album "Reaksi Kimia" yang dirilis pada Oktober 2025 menunjukkan komitmen mereka untuk terus berkarya meski dalam waktu yang terbatas.
#alterego #newrelease #newsingle
#newrelease episode 1572 :
“Silit Pitik” was created by Nova Abdillah, also known as Artzex. This song is ALTER\EGO’s first song written in Javanese. It was partly inspired by an ancient Javanese proverb that is still relevant to today’s generation, “We wok de tok not onli tok de tok.”
According to ALTER\EGO, ‘Silit Pitik’ is an expression of the people’s disappointment and anger towards corrupt rulers/officials in a country that is incompetent in running the government.
The song ‘Silit Pitik’ has been available on digital music platforms since December 5, 2025. This song also serves as a 15th-anniversary gift for ALTER\EGO and their long-time supporters, Egosentris.
.
.
.
.
.
#newrelease #alterego #indonesia #2026
Pada akhir tahun 2025, ALTER\EGO kembali memberi kejutan merilis karya baru berupa single/satu lagu berjudul 'Silit Pitik'. Padahal pada Oktober 2025 lalu mereka juga baru saja mengeluarkan album 'Reaksi Kimia' setelah lama tidak muncul manggung atau merilis apapun. Mungkin sah, jika kini menyebut mereka sebagai salah satu grup band mitos dari Jogja.
'Silit Pitik' diciptakan oleh Nova Abdillah alias Artzex secara spontan merespons keadaan. Lagu ini juga jadi karya pertama ALTER\EGO yang ditulis dengan bahasa Jawa. Sebagian terinspirasi dari pepatah Jawa kuno yang masih relevan untuk generasi hari ini, 'We wok de tok not onli tok de tok'.
Dari semua rentetan peristiwa itu, bukan tanpa alasan jika banyak warga masyarakat merasa makin muak terhadap kelakuan para pejabat negara. ALTER\EGO merasa perlu mewakili keresahan ini melalui lagu protes dengan singkat, jelas, dan padat.
Lagu 'Silit Pitik' sudah tersedia di gerai-gerai musik digital sejak 5 Desember 2025. Lagu ini juga sekaligus kado ulang tahun ke-15 untuk ALTER\EGO serta ditujukan secara khusus untuk Egosentris, teman-teman pendukung setia ALTER\EGO sejak dulu sampai sekarang.
#pressrelease #alterego #jogjastageid #singlebaru #rilisan
ALTER\EGO menutup 2025 dengan kejutan lewat single terbaru “Silit Pitik”, menyusul perilisan album Reaksi Kimia beberapa bulan sebelumnya.
Lagu ini menjadi karya pertama mereka berbahasa Jawa, ditulis spontan oleh Artzex sebagai respons atas kemarahan rakyat terhadap pemerintah korup dan represif.
Terinspirasi pepatah Jawa kuno, “Silit Pitik” digarap cepat tanpa workshop, direkam singkat, dan dirilis 5 Desember 2025 sebagai kado ulang tahun ke-15 band mitos asal Jogja ini.
---
#soundblasticmedia #beatzone #alterego #silitpitik #enjoythebeat
ALTER\EGO kembali mengejutkan dengan merilis single baru berjudul “Silit Pitik” pada akhir 2025, tak lama setelah album Reaksi Kimia.
Ditulis spontan oleh Artzex, lagu berbahasa Jawa ini terinspirasi pepatah kuno dan menjadi ekspresi kemarahan rakyat terhadap penguasa korup dan represif.
Digarap cepat tanpa workshop, “Silit Pitik” hadir sebagai lagu protes yang singkat, tegas, dan relevan.
Dirilis 5 Desember 2025, lagu ini menjadi kado 15 tahun ALTER\EGO untuk Egosentris.
--
#indieairmedia #alterego #silitpitik
•
Negara lagi kacau, masa diem aja?! 🔥
ALTER\EGO (@alteregoisme_ ), perkumpulan dari Jogja yang hobi hilang-muncul, akhirnya muntahin kemarahan mereka lewat single “Silit Pitik”.
Judulnya emang nyeleneh, tapi isinya serius. Ini soal rakyat yang digebuk aparat, soal pejabat yang enggak becus, dan soal kita yang harus “Stay Nesu” (Tetap Marah).
Digarap kilat cuma 2 jam rekaman (beuh), energinya bener-bener raw. Buat lo yang butuh pelampiasan emosi liat berita politik, lagu ini wajib-nih masuk playlist.
Lengkapnya di hellokepsir.com (link-in-bio), dan jangan kasih kendor marahnya! ✊ #kepsir
ALTER\EGO kembali bersuara lantang lewat single terbaru “Silit Pitik”. Menjadi lagu berbahasa Jawa pertama mereka, rilisan ini merepresentasikan kemarahan dan kekecewaan rakyat terhadap penguasa yang korup dan tidak kompeten.
Digarap cepat, lugas, dan tanpa basa-basi, “Silit Pitik” hadir sebagai lagu protes sekaligus penanda 15 tahun perjalanan ALTER\EGO di skena musik.
Single ini sudah tersedia di seluruh platform musik digital.
#alterego #silitpitik #laguprotes #hardcoreindonesia #skenajogja #MusikJogja #BandIndonesia #musikjogja #musiklokal #egosentris #popcityconnection
'Silit Pitik' yang ditulis dengan bahasa Jawa dan Sebagian terinspirasi dari pepatah Jawa kuno yang masih relevan untuk generasi hari ini, 'We wok de tok not onli tok de tok'.
'Silit Pitik' digarap dengan cepat, bahkan menjadi satu-satunya lagu ALTER\EGO yang direkam tanpa proses workshop atau latihan terlebih dahulu.
"Stay nesu, tetaplah marah pada pemerintah yang zalim pada rakyatnya, juga kepada aparat yang selalu menciptakan horor dan rasa tidak aman pada warganya. Jangan lelah bersuara sampai keadilan sosial bagi seluruh rakyat benar-benar terwujud,"
.
#masukmusik #masukmusikbaru #Alter\ego #silitpitik