The Exorcist karya William Friedkin masih dianggap sebagai salah satu film horor paling berpengaruh sepanjang masa. Diadaptasi dari novel karya William Peter Blatty, film ini mengikuti seorang gadis kecil bernama Regan yang mulai menunjukkan perilaku mengerikan setelah dirasuki entitas iblis.
Alih-alih hanya mengandalkan kejutan, film ini membangun rasa takut lewat atmosfer religius, krisis keyakinan, dan pendekatan realistis yang terasa sangat tidak nyaman untuk masanya. Efek praktikal, makeup, suara, hingga performa para pemain membuat proses eksorsisme terasa brutal dan disturbing, bahkan puluhan tahun setelah perilisannya.
Yang membuat The Exorcist begitu ikonik adalah bagaimana film ini membentuk fondasi untuk hampir seluruh subgenre possession dan exorcism setelahnya. Banyak elemen yang sekarang terasa familiar suara berat, tubuh melayang, ritual pengusiran setan berasal atau dipopulerkan dari film ini.
Di kalangan penonton dan kritikus, film ini sering disebut sebagai standar emas horor religi. Bahkan hingga sekarang, aura dan intensitasnya masih dianggap sulit disaingi banyak film possession modern.
Film ini tersedia untuk digital rental dan beberapa layanan streaming tertentu, tergantung wilayah.
Secara keseluruhan, The Exorcist bukan hanya film horor klasik, tapi titik penting yang mengubah cara horor supranatural dipandang di perfilman modern.
#TheExorcist1973 #horrorart #horrormovie #horroraddict #alcotrabali
#BlackIsMe “Extended Cut” from the official music video by @nameofhate in collaboration with ALCOTRA.
On frame: @gilangwiryawan wearing the ALCOTRA “CJ CRD SKULL” jacket @alcotra_blackstore .
Watch the full music video now on YouTube "Name of Hate - TIKAM"
#alcotrabali #nameofhate
Sebuah studi terbaru dari Tebra
perusahaan software kesehatan yang melakukan riset terhadap kebiasaan mendengarkan musik menemukan bahwa Linkin Park menjadi artis yang paling sering dipilih banyak orang untuk membantu meredakan stres dan tekanan mental.
Riset tersebut melibatkan 1.000 responden di Amerika Serikat, sekaligus menganalisis lebih dari 155 ribu lagu dari ratusan playlist publik bertema stress-relief dan mental health. Hasilnya menunjukkan bahwa musik menjadi cara nomor satu yang paling sering digunakan orang untuk menenangkan diri, mengalahkan olahraga hingga menonton film.
Sebanyak 72 persen responden mengaku bahwa mendengarkan lagu memberikan efek positif yang signifikan terhadap kondisi mental mereka. Dalam daftar artis yang paling sering diputar saat seseorang merasa overwhelmed, nama Linkin Park berada di posisi teratas bersama Adele dan Taylor Swift.
Sementara di kategori rock dan metal, band seperti Radiohead, Deftones, Slipknot, hingga Metallica juga menjadi nama yang paling sering muncul di playlist bertema kesehatan mental.
Lirik emosional, atmosfer gelap, dan ledakan energi yang dimiliki Linkin Park dianggap mampu menjadi tempat pelarian bagi banyak pendengar yang sedang berada di titik terendah mereka.