PART 1
Hai, kamu masih inget kan aku pernah bilang: "kalau kamu punya puluhan foto utk mengabadikan kita, aku punya jutaan kata utk menceritakan kita". Dan itu kulakukan sejak hari dimana kamu pergi untuk mengalihkan rasa duka kehilanganmu.
Perjalanan merayakan kelahiranku tahun ini kuputuskan pergi ke Penang. Tempat terakhir kita pacaran 5,5 tahun lalu. Selama ini aku selalu menolak kalau temanku mengajak ke sana. Duh, kayaknya belum siap. Gamauuu nanti sedih. Dan akhirnya pergilah aku sendiri. Sudah 5 tahunan, masa menghindar terus! Anehnya (ajaib, brengsek, untung, ngeselin atau apa kata yg tepat?) satu kursi selalu kosong di perjalanan pulang dan pergi. Hey, kamu mau nemenin ya? Ngeselin! Udah ninggalin, mau nemenin.
Setelah transit di KL dan menumpang tidur di rumah Westi, tibalah di Penang dan langsung pergi setelah menaruh koper di hotel. Tujuannya seputar lebuh Armenian. Ada beberapa yg berubah dan aku terus melangkah menyusuri tempat yang kita lalui. Aku terdiam berdiri di jalanan kosong tempat kita swafoto, karena sepi dulu kita berciuman dan kita sama2 bilang: tandain nih. Aku jalan lagi ke arah lebuh Muntri, melewati grafiti yang sebagian baru. Coretan yang kamu duga dibuat Bansky (dan aku meragukan itu) sudah tak ada. Lalu aku berhenti di depan kedai yang sore itu sudah tutup.
Langkahku makin berat waktu mendekati Muntri House, penginapan yang kita sebut "kos-kosan mesum". Karena waktu kita datang di akhir 2018, penginapan ini yang tersisa dan murah. Little bit creepy tapi isinya bersih dan seru. Apalagi waktu tau kalau ini pernah jd tempat tinggalnya Sun Yat Sen. Sempet kepikiran juga apakah sepulang dari situ kita bikin PKI Perjuangan?
Aku akhirnya ngedeprok di depan pintu penginapan yg tertutup rapat. Hari memang sudah sore. Seingatku pintunya memang tutup selepas jam 5. Sudah tak ada kursi di teras tempat dulu aku naik utk memanggil si kakek pemiliknya utk dibukain pintu karena kita pulang tengah malam, lalu melewati kamar2 dengan sound effect 18+. Aku duduk terdiam di teras hampir setengah jam. Tangisku akhirnya pecah. Gilaa, aku masih rindu, aku masih kehilangan.. Ternyata tak sederhana utk melepasnya ❤️