"2020" sudah bisa didengarkan di DSP !!
Akhirnya, tercapai sudah salah satu challenge dari @rizkydmillie bikin lagu pop berbahasa Indonesia bernuansa dark. Tapi tetep dia dia juga yang jadi co-producer nya wkwk. Dibantu produce vocal sama mas/master/sam @gege_praseta_ori yang baru kemaren banget ulang tahun wkwk hbd mas ge ✨, dan ternyata beliau juga yang maen bass di lagu ini. Ngga pikir panjang, @andrifadhil langsung gass isi drum. Juga ada mas @sanysept yang maen beberapa part gitar. Terdengar suara gitar akustik yang digenjreng mas @restubluez . Di malam itu langsung muncul mas @setyoanggono buat ngisi part2 keys dan synthesizer. Sentuhan akhir seorang pemain keyboard yang isi piano di lagu ini, ya siapa lagi kalo bukan @jerashmalibu
Btw artwork ini yang bikin @harrisalbathoriq , setelah sekian lama dia menghilang ke Lombok wkwk. Dan pamungkas terakhir kita ada mas @linewendi dengan finishing touch yang anslam banget di mix dan masternya lagu ini wkwk
Thankyou semua !! Respect 🫡
photo session taken by @saritua.acik . keren cik 🫡
last slide live photo taken by @ajaarrh
"Is it Too Late Too See U" is out now!!
Jadi hari ini officially kami rilis single baru beserta video liriknya yang cuma tersedia di Youtube (kalo ga iseng rilis di reels juga ya wkwk). Terimakasih buat semua person yang terlibat di segala proses yang kita kerjakan untuk single ini.
@rizkydmillie the best sebagai co-producer yang mengobrak-abrik lagu ini sedemikian rupa hihi. Juga ada @naufaldyghaly seniman keren di balik artwork tsedapp tanpa ngeluh karna ga dispill lagunya samsek wkwk ✌️. Dan dengan tangan magis beserta cincin sakti nya @kusby_ menghadirkan permainan gitar yang ga ada lawan dah pokonya. ga lupa dengan sosok mastt @linewendi rela banget bantuin mixing demi mencerdaskan kehidupan bangsa. Dan the one and only mas @dimaspradipta 🙏
Btw thankyou lord @szpilwan dengan perbantuan alat perangnya berupa gitar bass yang dipake untuk proses rekam suara bass di lagu ini hehe
Terimakasih ! Respect 🫡
photo session taken by @saritua.acik thankyou cik 🫡
Baju boleh Behemoth, hati tetep Dilarani 🥲
Short session lagi sama @iyyoswahyu dan @setyoanggono
Kali ini mini cover lagu "Dilarani" dari @hursa__
Next mini cover lagu apa deh?
Rabu datang lagi, waktunya kamu temukan rilisan terbaru dari jagat musik lokal! Dari yang baru muncul sampai yang udah lama ditunggu-tunggu, semua ada di sini.
New Wave Weekly hadir lagi bawa pilihan lagu segar yang siap nemenin harimu. Siapa tahu, salah satunya jadi lagu favorit barumu 🎧🔥
Langsung cek sekarang, jangan sampai ketinggalan update sebelum yang lain tau duluan!
#36People #NewWaveWeekly #RabuRilisan #JumatRilisan #PressRelease #RilisanBaru #MusikLokal #SupportMusisiIndonesia #MusikInternasional
#newrelease episode 770 :
Aanslam Explores Loss Through Second Single, “2020”
After releasing his first single, “Is Too Late Too See U” in March 2025, Aanslam is now ready to enliven the Indonesian music industry again with his latest single titled “2020” (pronounced: two thousand and twenty). The Jakarta-based musician and producer’s second single dives into the theme of loss in Indonesian in a unique non-electronic dark pop.
In the works since mid-2024, “2020” evolved over time with various experiments. “With time and personal input from the surrounding music environment, we finally created a non-electronic dark pop mix that matches the lyrics of the song. If categorized, this single is a pop genre with a touch of melody that is influenced by dark-pop and indie-pop,” said Aanslam. The result is a composition that combines non-electronic dark pop elements with a touch of dead drums, piano, trumpet, guitar with distortion effects, and several layers of bow strings.
The process of working on this single involved collaboration with various talents in the music world. Aanslam himself acted as songwriter and producer, assisted by Rizky Dzulkifli Rizaldi a.k.a Millie from the band Paruparo as co-producer. The editing and mixing process was done by Aanslam and Wendi Arintyo, who also handled the mastering at ALS Studio.
In terms of instrumentation, Aanslam himself played piano, synthesizer, and strings. The single is also enriched by the contributions of talented musicians, including Sany Septian on electric guitar, Restu Priyadi on acoustic guitar, Gege Praseta on bass and vocal producer, Andri Fadhil on drums, Setyo Anggono on keyboards, and Jerash Malibu on piano. Not to forget the visual touch of Harris Albathoriq who was immortalized as the artwork for this song.
.
.
.
.
.
#newrelease #aanslam #indonesia #2025
Cooming Soon !!
Finally, single pertama akan rilis sebentar lagi!!!
spill sikit aja nih dibantuin @rizkydmillie (thanks lord!) karna bingung mau diapain lagi nih lagu hehehe
btw artwork keren banget ini digarap langsung sama @naufaldyghaly (thankyou king!)
tungguin deh yaa